Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Nurdin, anak dari almarhum Sajim yang makamnya dibongkar oleh orang tak dikenal (OTK) di TPU Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengenang kisah hidup almarhum semasa hidupnya.
Menurut Nurdin, almarhum Sajim dikenal sebagai sosok petani desa yang sederhana dan setiap hari menghabiskan waktunya di sawah.
“Almarhum itu petani desa yang sederhana, mudah bergaul, dan dikenal baik oleh masyarakat,” kata Nurdin kepada TribunBanten.com, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pembongkaran Makam di Jawilan Serang oleh Orang Tak Dikenal
Ia mengaku sebagai anak merasa sangat terpukul dan sedih saat mendengar kabar bahwa makam orang tuanya dibongkar oleh pihak yang tidak dikenal.
Diketahui, almarhum Sajim meninggal dunia pada 17 Januari 2019 silam. Artinya, almarhum telah dimakamkan sekitar tujuh tahun yang lalu.
“Keluarga kaget dan sedih. Tidak menyangka makam yang sudah tujuh tahun tiba-tiba ada yang membongkarnya,” ucapnya.
Nurdin menambahkan, almarhum Sajim juga dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan keluarga serta sering membantu sesama petani.
“Keluarga berharap pihak kepolisian segera mengungkap siapa pelaku di balik pembongkaran makam orang tua kami,” ujarnya.
Menurut saksi mata, Ustaz Arif Hidayat, peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat seorang warga bernama Sadira sedang membersihkan rumput di area pemakaman.
Kemudian, kata dia, warga tersebut secara tidak sengaja melihat adanya gundukan tanah yang mencurigakan di salah satu makam.
Ustaz Arif menjelaskan, makam yang terbongkar tersebut merupakan makam almarhum Sajim, warga Desa Junti, yang telah meninggal dunia sejak tujuh tahun lalu.
“Setelah itu pihak keluarga langsung mendatangi makamnya, dan benar saja makam dalam keadaan terbongkar,” ucapnya.
Menurut Ustaz Arif, pihak keluarga almarhum merasa terkejut dan mempertanyakan motif di balik pembongkaran makam tersebut.
“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya,” pungkasnya.