Puluhan Personel Polres Bireuen Bersihkan Lumpur di Dayah Nurul Hidayah Kutablang
January 19, 2026 09:03 PM

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak beberapa waktu lalu, puluhan personel Polres Bireuen turun lapangan membersihkan mulai dari masjid, meunasah, sekolah maupun rumah warga miskin terdampak banjir bandang di berbagai desa.

Pada Senin (19/1/2026), personel Polres Bireuen dengan peralatan mulai dari kereta sorong, sekop, cangkul dan alat kebersihan lainnya membersihkan kompleks Dayah Nurul Hidayah di Desa Pulo Nga, Kutablang, Bireuen. 

Dayah tersebut dipenuhi endapan lumpur dan sudah dibersihkan sebelumnya.

Namun, lumpur masih tebal di kompleks dayah tersebut. 

Personel Polri tampak berjibaku membersihkan endapan lumpur tebal menggunakan sekop, cangkul, dan gerobak dorong. 

Kegiatan tersebut  dipimpin Ketua tim lapangan, Kasat Lantas Polres Bireuen AKP Aditiya Hadmanto dan melibatkan puluhan personel.

Kasat Lantas AKP Aditya mengatakan, pembersihan areal dayah sangat penting demi keberlangsungan pendidikan anak-anak dan remaja dalam mendalami agama.

“Ketika lingkungan bersih, maka proses pendidikan berjalan lebih baik, dan arah hidup generasi muda pun menjadi lebih terarah,” ujarnya.

Pimpinan Dayah Nurul Hidayah, Tgk Akmal MAg (44) yang didampingi Sekretaris Desa Pulo Nga, Efendi (38), menjelaskan bahwa Dayah Nurul Hidayah telah bekerja sama dengan pemerintah melalui Kementerian Agama dan saat ini telah terakreditasi C.

Santri yang mondok berjumlah 60 orang dan berasal dari berbagai daerah seperti Pidie, Langsa, dan kabupaten lainnya. 

Baca juga: Pemulihan Pascabanjir, Polres Aceh Timur Bagikan Bibit Tanaman ke Seluruh Polsek

Tinggalkan Lumpur Setinggi 1 Meter

Tgk Akmal juga mengungkapkan bahwa saat banjir melanda, ketinggian air mencapai 1,5 meter dan meninggalkan endapan lumpur setinggi sekitar 1 meter.

Seluruh fasilitas dayah—mulai dari Al Quran, buku, kitab juga kamar santri, balai pengajian, musalla, dapur umum, toilet, hingga tempat wudhu tertutup lumpur. 

Letak dayah yang berjarak sekitar 60 meter dari aliran Krueng Peusangan, yang kini menyempit menjadi sekitar 10 meter akibat erosi, memperparah dampak banjir. 

Tgk Akmal bersama istrinya Ummi Salmayanti (35) serta anak-anak mereka, As’adun Nisa (12) dan Khawarizmi (8), menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Bireuen dan seluruh jajaran yang telah mengerahkan ratusan personel untuk membantu membersihkan lumpur di Dayah Nurul Hidayah.

“Bantuan ini bukan sekadar tenaga, tetapi juga suntikan semangat dan harapan," ujarnya.

Tgk Akmal menuturkan bahwa sejak pasca banjir, upaya pembersihan telah dilakukan bersama relawan dan masyarakat setempat.

Bahkan, pihak dayah sempat menyewa traktor selama beberapa hari untuk mendorong lumpur.

Namun, keterbatasan biaya dan tenaga membuat pekerjaan tersebut belum maksimal.

“Kehadiran Polres Bireuen menjadi pelengkap ikhtiar bersama, membuktikan bahwa kebersihan dan kepedulian adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijaga demi kemaslahatan umat,”ujarnya. (*)

Baca juga: Rusak Disapu Banjir, Warga Simpang Jernih- Aceh Timur Butuh Rumah Ibadah dan Sumur Bor

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.