Cerita Korban Jambret di Pekanbaru, Motor Ivan Tiba-tiba Dihadang Segerombolan Remaja
January 19, 2026 10:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Peristiwa jambret bermotor saat ini sering meresahkan masyarakat di Kota Pekanbaru, biasanya pelaku jambret ini melakukan aksinya saat jam malam dan sudah mengintai korbannya sebelum melancarkan aksinya.

Seperti pengakuan seorang pemuda bernama Ivan yang menjadi korban jambret akhir tahun 2025 silam di Jalan Datuk Setia Maharaja atau jalan Pesantren Parit Indah Pekanbaru.

Kejadian ini bermula menurut cerita Ivan, saat dirinya hendak pulang ke rumahnya di Jalan Sepakat Kulim Pekanbaru dari arah Marpoyan Damai.

Jalur jalan parit indah menjadi jalur yang biasa ia lewati baik siang maupun malam hari, karena lebih dekat menuju ke rumahnya saat keluar.

Saat itu Sabtu malam atau malam Minggu sekira pukul 23.00 WIB malam, ia berboncengan dengan temannya, tiba-tiba diserempet kawanan remaja tiga sepeda motor berboncengan.

Ketiga kendaraan sepeda motor itu menyuruh Ivan dan temannya berhenti sambil menodongkan senjata tajam berupa pedang samurai.

Dengan keadaan panik dan takut Ivan pun berhenti dan memarkirkan sepeda motor miliknya sembari berlari menghindar dari kerumunan penjambret yang menggunakan senjata tajam itu.

"Kami langsung lari, sepeda motornya langsung diambil, di jok motor itu ada dompet yang isinya KTP dan uang, langsung dilarikan,"ujar Ivan bercerita.

Ia pun merelakan kendaraannya dibawa kawanan jambret itu dengan rasa takut, usai sedikit tenang, ia pun baru menelpon saudaranya yang kebetulan saat penjambret beraksi, Handphone di kantong celananya.

Selain Ivan, pengalaman menjadi korban jambret juga dialami seorang guru SMK Swasta di Pekanbaru bernama Yarni, kejadiannya saat Yarni pulang mengajar sore hari.

Lokasi kejadiannya juga tidak jauh dari lokasi penjambretan Ivan, saat itu Yarni dipepet dua orang yang mengendarai sepeda motor, tepatnya di jalanan yang tidak ada rumah warga di Jalan Pesantren itu.

Usai dipepet, pelaku jambret langsung menarik tas miliknya yang disangkutkan di bagian depan sepeda motor, dengan sigap, Yarni pun langsung berusaha menyelamatkan tasnya itu.

"Saya tarik sambil berteriak minta tolong, akhirnya setelah beberapa detik berjuang dan berteriak, akhirnya jambretnya melepas tas dan melaju dengan kencang,"ujar Yarni.

Ia mengaku sudah sering diikuti dan diperhatikan saat berangkat dan pulang sekolah, sehingga saat ini jika melintas di jalan tersebut biasanya menunggu kendaraan lain untuk bersama-sama.

"Kalau bisa ada aparat atau pos polisi di buat di titik-titik yang selama ini menjadi titik rawan jambret dan kriminal lainnya, karena ini untuk keselamatan warga,"ujar Yarni.

Sementara warga Kulim lainnya Akmal juga meminta kepada pemerintah kota Pekanbaru untuk mengintensifkan pengawasan dan pemantauan agar masyarakat bisa lebih nyaman.

"Misalnya dipasang cctv atau aparat yang berjaga di jam-jam tertentu,"ujar Akmal.

Karena Akmal melihat peristiwa jambret ini semakin hari semakin banyak menelan korban.

(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.