Satu Kejanggalan Tenggelamnya Pelajar 13 Tahun  di Sungai Desa Sumanggi Seberan HST Kalsel
January 19, 2026 11:43 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BARABAI -Satu kejanggalan pelajar 13 tahun tenggelam di  sungai persawahan Desa Sumanggi Seberang, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), akhir terungkap.

Diketahui, seorang pelajar laki-laki berusia sekitar 13 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai persawahan Desa Sumanggi Seberang, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu, (18/01/2026).

Informasi diterima Banjarmasinpost.co.id, senin, (19/02/2025), korban belakangan diketahui bernama MAFJ, warga Desa Sumanggi Seberang. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 Wita di sungai persawahan yang berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari rumah korban.

Kasi Kedaruratan BPBD HST, Fitriadi, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi di lokasi. 

Baca juga: Ruas Jalan Muara Muning-Balimau Tapin Terendam Banjir, Pengendara Disarankan Melintas Lewat Rantau

Baca juga: Megahnya Kantor Desa Pantai Cabe Tapin, Bergaya Istana Negara, Bantuan Warga dan CSR Tambang 

“Korban pergi memancing bersama temannya sejak sekitar pukul 11.00 Wita. Saat mata pancing tersangkut, korban menceburkan diri ke sungai untuk mengambilnya. Sebelumnya korban sempat mengeluh merasa tidak enak badan,” ujar Fitriadi.

Ia mengatakan menurut saksi, setelah menceburkan diri ke sungai dengan kedalaman sekitar satu meter, korban tidak kembali muncul ke permukaan. Teman korban kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 15.00 Wita, korban ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka,” tambahnya.

Terkait peristiwa tersebut, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 18.00 Wita. 

"Petugas BPBD bersama unsur TNI dari Koramil Batang Alai Utara, Polri dari Polsek Batang Alai Utara, aparat desa, dan warga setempat turut berada di lokasi untuk penanganan awal dan koordinasi," jelasnya. 

Atas kejadian ini, BPBD HST mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai serta memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan kegiatan di alam terbuka. 

4 Tips Mancing di Kepulauan Seribu, Perhatikan Cuaca

Memancing di Kepulauan Seribu, Jakarta, bisa menjadi pilihan menghabiskan hari libur, terutama bila tertarik memancing ikan di habitatnya.

Lokasi tepatnya di Pulau Pari dan wilayah Kepulauan Seribu yang berbatasan dengan perairan Tangerang yakni Pulau Tunda.

"Di Pulau Seribu ini mulai Pulau Pari, semakin ke bagian utara (Pulau Pari) itu semakin bagus (untuk jadi tempat mancing)," kata Ketua Asosiasi Pemancingan Indonesia, Daeng Anto kepada Kompas.com di acara Indofest, Sabtu (3/6/2023).

Sebelum memancing di Kepulauan Seribu, sebaiknya simak beberapa tips berikut:

1. Perhatikan cuaca

Salah satu pemandangan di pantai Pulau Pari Kepulauan Seribu. Setiap tahun ada sekitar 200 ribu wisatawan yang datang ke Pulau Pari. Di sini ada beragam wisata bahari seperti diving, snorkling, jelajah mangrove dan menanam pohon bakau.

Salah satu pemandangan di pantai Pulau Pari Kepulauan Seribu. Setiap tahun ada sekitar 200 ribu wisatawan yang datang ke Pulau Pari. Di sini ada beragam wisata bahari seperti diving, snorkling, jelajah mangrove dan menanam pohon bakau.(Asep Candra/KOMPAS.com)

Apabila ingin memancing, kata Daeng, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kondisi cuaca, apakah akan hujan ataupun berangin.

Cuaca yang buruk tidak hanya berbahaya bagi pemancing tetapi juga akan berpengaruh terhadap keberhasilan proses memancing ikan, utamanya di laut.

"Jadi walaupun ikannya ada, kalau cuacanya jelek kita enggak bisa mancing," ujarnya.

2. Perhatikan teknik memancing

Memancing di Kepulauan Seribu memerlukan teknik memancing khusus karena perairannya sebetulnya tidak terlalu dala, yakni sekitar 50 meter.

Pada kedalaman tersebut, lanjutnya, pemancing hanya bisa menggunakan teknik memancing dasar atau bottom fishing, serta memancing dengan jenis umpan tiruan atau casting fishing.

"Itu kita cuma bisa melakukan benerapa teknis mancing di antaranya bottom fishing, casting (fishing), itu yang bisa kita lakukan," tambahnya.

3. Bawa topi dan perbekalan

Daeng mengingatkan, memancing adalah proses yang memerlukan kesabaran, termasuk bagi yang melakukannya di laut saat matahari tengah terik.

Sinar matahari dan cuaca panas terkadang bisa membuat pemancing tidak sabar dan mudah kesal.

Oleh karena itu, sebaiknya bawa perbekalan, seperti topi, kipas angin baterai, tabir surya, serta makanan dan minuman.

"Kalau mancing harus sabar, jadi jangan lupa bawa berbagai macam perbekalan," imbuhnya.

4. Jangan buang sampah sembarangan

Daeng pun mengimbau agar setiap pemancing selalu menjaga kebersihan, baik di laut, waduk, dan sungai.

Hal itu dilakukan untuk tetap menjaga habitat ikan-ikan agar tidak pergi ke daerah lain.

Daeng menuturkan, jumlah ikan dan spesies di Kepulauan Seribu berkurang. Salah satu penyebabnya adalah pencemaran di laut. 

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene). 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.