SURYA.CO.ID - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) secara resmi mengumumkan bahwa awal bulan Sya'ban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Penetapan ini menjadi penanda bahwa umat Islam kini semakin dekat menuju bulan suci Ramadhan.
Bulan Sya'ban memiliki keistimewaan tersendiri dalam kalender Hijriah.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Sya'ban adalah bulan di mana amal perbuatan manusia diangkat ke hadapan Allah SWT.
Baca juga: Apa Itu Nisfu Syaban? Simak Jadwalnya Tahun Ini 1447 H atau 2026
Oleh karena itu, mengisi waktu dengan ibadah sangatlah dianjurkan.
Berikut adalah deretan amalan utama yang bisa Anda lakukan di bulan Sya'ban 1447 H sesuai sunnah Rasulullah:
Salah satu ciri khas ibadah Rasulullah di bulan Sya'ban adalah intensitas puasa sunnahnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, beliau berkata:
"Aku tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau memperbanyak puasa selain di bulan Sya’ban."
(HR. Bukhari & Muslim)
Salah satunya mengamalkan puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Sya'ban), atau puasa Daud.
Bulan Sya'ban juga dijuluki sebagai Bulan Sholawat. Hal ini didasari karena ayat perintah bersholawat, yakni Surat Al-Ahzab ayat 56, turun pada bulan ini:
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
Para ulama terdahulu menyebut bulan Sya'ban sebagai Syahrul Qurra' atau bulannya para pembaca Al-Qur'an.
Ini merupakan bentuk pemanasan agar ketika memasuki bulan Ramadhan, lisan kita sudah terbiasa dan akrab dengan ayat-ayat suci.
Mengingat Sya'ban adalah waktu diangkatnya amal, tentu kita ingin catatan amal kita ditutup dalam keadaan bertaubat.
Memohon ampunan di bulan ini membantu membersihkan hati sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Malam Nisfu Sya'ban (pertengahan bulan Sya'ban) diyakini sebagai malam penuh ampunan (Lailatul Maghfirah).
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan shalat sunnah pada malam tersebut.