Wali Kota Lhokseumawe Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah kepada Murid Terdampak Banjir
January 19, 2026 11:48 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Lhokseumawe

TribunGayo.com, LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar SH MH menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada murid Sekolah Dasar (SD) yang terdampak banjir, di Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat, Senin (19/1/2026).

Bantuan tersebut disalurkan kepada murid SD Negeri 15 Desa Paya Bili dan SD Negeri 12 Desa Blang Crum di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Bantuan serupa juga diserahkan kepada murid SD Negeri 3 Desa Hasan Kareung di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Sayuti Abubakar turut berinteraksi langsung dengan para murid dan guru di masing-masing sekolah.

Kehadiran Wali Kota Lhokseumawe ke sejumlah sekolah sejak pascabanjir hingga saat ini disambut antusias oleh para murid dan tenaga pendidik.

Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi siswa yang terdampak bencana.

Sayuti Abubakar menjelaskan bahwa bantuan perlengkapan sekolah tersebut diberikan kepada 422 siswa.

Rinciannya, 64 siswa SD Negeri 15 Paya Bili, 161 siswa SD Negeri 12 Blang Crum, dan 197 siswa SD Negeri 3 Hasan Kareung.

“Pada hari ini kita menyerahkan paket bantuan perlengkapan sekolah pascabanjir kepada 422 siswa di tiga sekolah,” ujar Dr Sayuti.

Paket Perlengkapan Sekolah

Ia menambahkan, setiap murid menerima paket perlengkapan sekolah berupa seragam sekolah (baju dan celana).

Kemudian tas, buku tulis, pensil, pulpen, penghapus, buku gambar, alat ukur, botol minum, tempat makan, serta perlengkapan pendukung lainnya.

“Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban para murid dan orang tua.

Sekaligus membantu anak-anak kita kembali menjalani proses belajar mengajar dengan nyaman dan penuh semangat,” tutup Dr Sayuti Abubakar.

Dilansir dari Serambinews.com, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh dilanda banjir besar sejak akhir November 2025 akibat hujan deras berhari-hari.

Sebanyak 68 desa di empat kecamatan terendam dengan ketinggian air 1–3 meter, membuat aktivitas warga lumpuh total dan ribuan orang harus mengungsi.

Hingga Januari 2026, sebagian korban masih menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk kebutuhan hidup sementara. (*)

Baca juga: 781 KK di Aceh Tengah Butuh Huntara, Pembangunan Dikebut Siap Sebelum Ramadhan

Baca juga: Helvi Triyansi jadi Perempuan Pertama Jabat Kadis, HMI Harap Transformasi Birokrasi Aceh Tengah

Baca juga: Sempat Melonjak Kini Harga Ikan Mas dan Mujair di Gayo Lues Berangsur Turun

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.