TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepolisian mengungkap motif di balik maraknya aksi jambret yang meresahkan masyarakat Kota Pekanbaru.
Faktor ekonomi menjadi pemicu utama, namun sebagian besar pelaku juga diketahui terpengaruh penyalahgunaan narkoba dan kecanduan judi online.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan para pelaku umumnya tidak memiliki target lokasi khusus. Mereka beraksi secara acak, memanfaatkan setiap peluang dan kelengahan calon korban.
“Kalau untuk wilayah rawan secara spesifik tidak ada. Mereka ini mobile, berpindah-pindah, dan melihat situasi. Begitu ada kesempatan, langsung beraksi,” ujar Anggi, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, dari hasil pengungkapan sejumlah kasus, motif pelaku relatif seragam.
Selain tekanan ekonomi, kebutuhan akan uang cepat untuk membeli narkoba dan bermain judi online turut mendorong pelaku nekat melakukan penjambretan.
“Rata-rata motifnya ekonomi. Tapi setelah kita dalami, banyak juga yang karena narkoba dan judi online. Ini yang membuat mereka nekat,” jelasnya.
Sejumlah kasus menonjol yang sempat viral di media sosial telah berhasil diungkap pihak kepolisian.
Terbaru, Satreskrim Polresta Pekanbaru menangkap pelaku jambret yang beraksi di 10 TKP di Pekanbaru.
"Pelakunya sudah kita amankan. Ada sekitar 10 TKP, tapi tidak semuanya berhasil. Yang berhasil itu kurang lebih 3 TKP,” ungkap Anggi.
Ia menerangkan, untuk menekan potensi angka kriminalitas, pihaknya bersama satuan lainnya, mengintensifkan patroli.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik terjadi di Jalan Melati Indah, Kecamatan Bina Widya.
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat korban yang masih anak-anak sedang duduk santai di depan sebuah kedai sambil bermain handphone.
Dua pria datang berboncengan menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku turun mendekati korban, sementara rekannya tetap siaga di atas motor. Dalam hitungan detik, handphone korban dirampas, lalu kedua pelaku langsung tancap gas melarikan diri.
“Kejadian Rabu malam pekan lalu, sekitar pukul 21.44 WIB. Korban saat itu sedang santai main HP duduk depan kedai,” kata Anggi.
Aksi nekat tersebut langsung viral di media sosial dan menuai reaksi keras dari masyarakat. Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi para pelaku.
Satu dari dua pelaku, Andre Junaidi (24), berhasil diringkus Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru. Ia ditangkap saat bersembunyi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, setelah sempat melarikan diri ke rumah orang tuanya.
“Pelaku berinisial AJ kami tangkap berada di Tanah Datar, Sumatera Barat. Pelaku ini kabur dan pulang ke rumah orang tuanya,” ujar Anggi.
Andre diamankan pada Selasa (12/1/2026) dini hari. Sementara itu, satu pelaku lainnya yang berperan sebagai joki motor masih dalam pengejaran. Polisi memastikan identitasnya sudah dikantongi dan upaya penangkapan terus dilakukan.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)