Pasien Ditolak, DPRD Duga Ada Kejahatan Berjamaah di RSUD Masohi
January 19, 2026 09:52 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 


‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Anggota DPRD Maluku Tengah dari Fraksi Golkar, Hasan Alkatiri buka-bukaan menyampaikan nasib malang yang dialami konstituennya saat hendak rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi. 

‎Politisi dari Seram Utara itu menyampaikan saat mengikuti Rapat Paripurna tutup-buka masa sidang DPRD Maluku Tengah, Senin (19/1/2026).

‎Hasan menuturkan, pasien dari Puskesmas Wahai yang hendak dirujuk ke RSUD Masohi, namun naasnya diduga alami penolakan.

‎Hasan pun berpendapat bahwa ada kejahatan berjamaah yang terjadi di lingkungan RSUD Masohi.

‎"Keluhan-keluhan ini sudah sering disampaikan tetapi seakan tidak digubris oleh RSUD saya tidak menyalahkan direktur, tetapi pasti ada kejahatan berjamaah yang dilakukan oleh teman-teman di RSUD karena mungkin tidak sepakat dengan direktur yang hari ini menjabat," gusar Wakil Rakyat itu.

Baca juga: DPRD SBT Warning PT Karlez, Wajib Bayar Tunggakan Gaji dan Dilarang PHK

Baca juga: Kinerja dan Inovasi Diakui, ATR-BPN Raih Berbagai Penghargaan Nasional Sepanjang 2025

‎Anggota Legislatif itu menilai ada oknum yang tak sepakat dengan Direktur yang menjabat saat ini, sehingga memberikan masalah ke rumah sakit.

‎"Akhirnya bagaimana memberikan problem ke rumah sakit," tutur Hasan.

‎Olehnya itu, berangkat dari sejumlah kasus penolakan pasien, Hasan Alkatiri berharap agar rujukan pasien dari manapun tetap diterima.

‎"Makanya harapan kami agar rujukan dari manapun itu  harus diterima," tukasnya.

‎Penerimaan pasien, lanjut Hasan, bisa berupa pemberian oksigen atau bantuan lainnya, mengingat pasien (dari Seram Utara) yang dirujuk menempuh jarak yang begitu jauh dari RSUD Masohi.

‎"Diberi oksigen dulu atau diberi bantuan , karena butuh 7 jam untuk sampai ke Masohi, butuh 12-14 jam untuk sampai ke Kota Ambon," urai Hasan. 

‎Ironisnya, Wakil Rakyat itu menyampaikan sudah terjadi dua kasus pasien meninggal dunia akibat masalah tersebut. 

‎"Karena sudah dua orang meninggal. ‎Ini jadi catatan kritis bagi kita semua penyelenggara pemerintahan. Apapun yang terjadi ke rakyat Bupati dan DPRD yang bertanggung jawab," pungkas Hasan Alkatiri. 

‎Dalam rapat Paripurna, Politisi Parpol Golkar itu juga menjabarkan nasib malang yang dialami konstituennya lantaran diduga ditolak oleh RSUD Masohi.

‎"Yang pertama terkait rujukan, kronologisnya dari Puskesmas Wahai dirujuk ke RSUD Masohi, tetapi mereka tidak diterima," ujar Wakil Rakyat itu.

‎Dari informasi yang dihimpun Politisi itu, ia mengaku rumah sakit diduga tak menerima rujukan pasien, malah meminta pasien tuk dirujuk ke rumah sakit di Kota Ambon.

‎Pasca tiba di Ambon dan menerima perawatan kemudian pasien meninggal dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.