Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Anggota DPRD Maluku Tengah dari Fraksi Golkar, Hasan Alkatiri buka-bukaan menyampaikan nasib malang yang dialami konstituennya saat hendak rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi.
Politisi dari Seram Utara itu menyampaikan saat mengikuti Rapat Paripurna tutup-buka masa sidang DPRD Maluku Tengah, Senin (19/1/2026).
Hasan menuturkan, pasien dari Puskesmas Wahai yang hendak dirujuk ke RSUD Masohi, namun naasnya diduga alami penolakan.
Hasan pun berpendapat bahwa ada kejahatan berjamaah yang terjadi di lingkungan RSUD Masohi.
"Keluhan-keluhan ini sudah sering disampaikan tetapi seakan tidak digubris oleh RSUD saya tidak menyalahkan direktur, tetapi pasti ada kejahatan berjamaah yang dilakukan oleh teman-teman di RSUD karena mungkin tidak sepakat dengan direktur yang hari ini menjabat," gusar Wakil Rakyat itu.
Baca juga: DPRD SBT Warning PT Karlez, Wajib Bayar Tunggakan Gaji dan Dilarang PHK
Baca juga: Kinerja dan Inovasi Diakui, ATR-BPN Raih Berbagai Penghargaan Nasional Sepanjang 2025
Anggota Legislatif itu menilai ada oknum yang tak sepakat dengan Direktur yang menjabat saat ini, sehingga memberikan masalah ke rumah sakit.
"Akhirnya bagaimana memberikan problem ke rumah sakit," tutur Hasan.
Olehnya itu, berangkat dari sejumlah kasus penolakan pasien, Hasan Alkatiri berharap agar rujukan pasien dari manapun tetap diterima.
"Makanya harapan kami agar rujukan dari manapun itu harus diterima," tukasnya.
Penerimaan pasien, lanjut Hasan, bisa berupa pemberian oksigen atau bantuan lainnya, mengingat pasien (dari Seram Utara) yang dirujuk menempuh jarak yang begitu jauh dari RSUD Masohi.
"Diberi oksigen dulu atau diberi bantuan , karena butuh 7 jam untuk sampai ke Masohi, butuh 12-14 jam untuk sampai ke Kota Ambon," urai Hasan.
Ironisnya, Wakil Rakyat itu menyampaikan sudah terjadi dua kasus pasien meninggal dunia akibat masalah tersebut.
"Karena sudah dua orang meninggal. Ini jadi catatan kritis bagi kita semua penyelenggara pemerintahan. Apapun yang terjadi ke rakyat Bupati dan DPRD yang bertanggung jawab," pungkas Hasan Alkatiri.
Dalam rapat Paripurna, Politisi Parpol Golkar itu juga menjabarkan nasib malang yang dialami konstituennya lantaran diduga ditolak oleh RSUD Masohi.
"Yang pertama terkait rujukan, kronologisnya dari Puskesmas Wahai dirujuk ke RSUD Masohi, tetapi mereka tidak diterima," ujar Wakil Rakyat itu.
Dari informasi yang dihimpun Politisi itu, ia mengaku rumah sakit diduga tak menerima rujukan pasien, malah meminta pasien tuk dirujuk ke rumah sakit di Kota Ambon.
Pasca tiba di Ambon dan menerima perawatan kemudian pasien meninggal dunia.