TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade turun langsung mengawal penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di kawasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (19/1/2026).
Didampingi Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri, Andre mendatangi rumah keluarga korban untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses hukum berjalan cepat, tegas, dan berpihak kepada korban.
Kehadiran Andre merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan “Lapor Pak Andre”.
Dalam laporan tersebut, ibu korban bernama Esi mengungkapkan bahwa anaknya, RS (5), diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang merupakan tetangga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kekhawatiran keluarga semakin besar karena hingga kini terduga pelaku disebut masih bebas berkeliaran di sekitar rumah korban.
Baca juga: Target 25 Januari Diresmikan, Andre Rosiade Pastikan Huntara Batang Anai Lebih Sejuk dan Nyaman
Dalam pertemuan itu, Andre Rosiade menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Ia menekankan bahwa negara tidak boleh kalah dalam melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.
“Sengaja saya datang langsung bersama Pak Wakapolresta, Kanit, dan penyidik lengkap ke sini untuk memastikan Uni Esi mendapatkan keadilan. Kita pastikan pelaku segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap, agar keluarga tidak lagi hidup dalam ketakutan,” tegas Andre Rosiade yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Sementara itu, Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri memastikan bahwa laporan tersebut telah ditangani secara serius dan saat ini sudah masuk tahap penyidikan.
Pihak kepolisian, kata dia, berkomitmen mempercepat proses hukum demi melindungi korban serta mencegah munculnya korban lainnya.
Baca juga: Gudang Ikan di Padang Barat Terbakar, Pemilik Rugi Rp600 Juta
“Perkara ini sudah kami tangani dan saat ini dalam proses penyidikan. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan menetapkan tersangka dan melakukan penangkapan. Pelaku akan segera ditahan agar korban bisa mulai pulih dan tidak terus mengalami trauma,” ujar Faidil.
Ibu korban, Esi, mengungkapkan kondisi psikologis anaknya yang masih mengalami trauma berat pascakejadian tersebut. Sejak peristiwa itu, RS kerap menangis, ketakutan, dan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.
“Anak saya trauma sekali, Pak. Dia sering menangis dan ketakutan. Kami sangat berharap pelaku segera ditangkap supaya tidak ada lagi korban lain di lingkungan kami,” tuturnya dengan suara bergetar.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata, Andre Rosiade juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban untuk membantu biaya pengobatan serta pemulihan psikologis anak.
Andre menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga pelaku dijatuhi hukuman setimpal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.(*)