Pelajar SMAN 3 Lebong Bengkulu Tewas Tenggelam di Sungai Ketahun
January 19, 2026 09:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Masyarakat di Desa Lemeupit, Kecamatan Lebong Sakti mendadak heboh pada Senin (19/1/2026) siang.

Ini setelah adanya seorang remaja bernama Fahkri Afrizal (16) warga setempat yang tenggelam saat sedang mandi di aliran Sungai Ketahun. Sayangnya akibat kejadian, korban yang merupakan pelajar di SMAN 3 Lebong itu dilaporkan meninggal dunia. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban mandi dan berenang bersama sejumlah rekannya sekitar pukul 13.30 WIB.

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, korban diduga mengalami kesulitan saat berada di bagian sungai yang cukup dalam hingga akhirnya terseret arus dan tenggelam.

Korban sempat berenang bersama teman-temannya. Namun saat berada di area sungai yang dalam, korban diduga tidak mampu mengendalikan diri dan terseret arus. 

Baca juga: Kronologi Penemuan Pelajar Asal Lebong yang Hilang di Bukit Kaba, Sempat Terjebak di Jurang

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar membenarkan adanya kejadian tersebut.

Melihat korban tidak kunjung muncul ke permukaan, teman-teman korban segera meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang mendapat laporan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Ketahun.

"Setelah kurang lebih satu jam pencarian, tubuh korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat,"jelas Syaiful. 

Sayangnya berdasarkan pemeriksaan tenaga medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen dan tenggelam. 

"Korban meninggal dunia, satu orang, pelajar SMA, karena tenggelam,"lanjut Syaiful. 

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. 

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Terutama di lokasi yang memiliki arus deras dan kedalaman yang berbahaya.

"Ditengah cuaca seperti ini kami menghimbau untuk tidak mandi dialiran sungai yang deras, tetap berhati-hati dan waspada untuk menghindari hal-hal tak diinginkan,"tutup Syaiful. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.