Doa Sholat Istikharah, Mohon Petunjuk Allah Sebelum Buat Keputusan
January 19, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Doa sholat istikharah dibaca untuk memohon petunjuk dari Allah SWT ketika dihadapkan dengan pilihan, misalnya dalam hal sekolah, pekerjaan, dan pasangan.

Sholat istikharah merupakan sholat sunah yang dilakukan untuk diberi petunjuk dalam memilih pilihan yang paling baik.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa sholat istikharah dilakukan minimal dua rakaat dan dapat dikerjakan lagi hingga dapat menentukan pilihan.

Anjuran melaksanakan sholat istikharah disebutkan dalam sebuah hadis.

Dari Jabir bin ‘Abdillah r.a. berkata: Rasulullah SAW mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara atau urusan yang kami hadapi, sebagaimana Beliau mengajarkan kami suatu surat dari al-Qur’an. Beliau berkata: “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. (HR. al-Bukhari)

Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa'i terbitan CV TOHA Putra Semarang, berikut bacaan doa sholat istikharah yang dibaca setelah sholat selesai.

Doa Sholat Istikharah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي

Allâhumma innî astakhîruka bi‘ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as’aluka min fadhlikal-‘azhîm. Fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta‘lamu wa lâ a‘lamu, wa anta ‘allâmul-ghuyûb. Allâhumma in kunta ta‘lamu anna hâdzal-amra khayrun lî fî dînî wa ma‘âsyî wa ‘âqibati amrî (aw qâla: fî ‘âjili amrî wa âjilihi), faqdurhu lî wa yassirhu lî, tsumma bârik lî fîhi. Wa in kunta ta‘lamu anna hâdzal-amra syarrun lî fî dînî wa ma‘âsyî wa ‘âqibati amrî (aw qâla: fî ‘âjili amrî wa âjilihi), fashrifhu ‘annî washrifnî ‘anhu, waqdur lî al-khayra haitsu kâna, tsumma ardhini.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kekuasaan-Mu. Aku juga memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa. Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku—baik segera maupun nanti—maka takdirkanlah untukku, mudahkanlah, dan berkahilah urusan ini bagiku. Namun jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku—baik segera maupun nanti—maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun ia berada, lalu jadikanlah aku ridha terhadap keputusan itu.”

Baca juga: Doa Selesai Sholat Taubat, Mustajab untuk Memohon Ampunan Allah

Tata Cara Sholat Istikharah

Sholat istikharah dilaksanakan pada waktu kapanpun, kecuali pada waktu yang dilarang untuk sholat, yaitu waktu matahari terbit, waktu matahari naik setinggi satu anak panah, ketika matahari berada tepat di atas kepala hingga waktu sholat zuhur, dan waktu terbenamnya matahari.

Dikutip dari laman Muhammadiyah, berikut tata cara sholat istikharah.

1. Membaca niat sholat Istikharah

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Takbiratulihram

3. Membaca doa iftitah (Sunnah)

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.

Allahumma baa‘id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa‘adta baina al-masyriqi wal-maghrib. Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqa ats-tsawbu al-abyadhu mina ad-danas. Allahumma-ghsilnii min khathaayaaya bits-tsalji wal-maa’i wal-barad

Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun."

4. Membaca taawuz (menurut sebagian ulama)

5. Membaca surat Al-Fatihah di setiap rakaat

6. Membaca surah atau ayat Al-Quran

7. Ruku' dengan tuma'ninah (tenang/berhenti sejenak)

8. Itidal dengan tuma'ninah (tenang/berhenti sejenak)

9. Sujud

10. Duduk di antara dua sujud (ifitrasy)

11. Sujud kedua, lalu berdiri lagi untuk melanjutkan rakaat kedua (ulangi poin 5-11)

12. Duduk Tahiyat atau Tasyahud Akhir

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

At-tahiyyaatu lillaahi was-sholawaatu wat-thayyibaatu, Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis-shoolihiin, Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka Hamiidum Majiid.

Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam."

13. Salam.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.