TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 13 orang tua murid SDN Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, mendatangi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk melaporkan dugaan pelecehan yang menimpa anak mereka.
Kepala UPTD PPA Kota Tangsel, Tri Purwanto, mengatakan bahwa laporan ini diterima bersama pendampingan Kepala Sekolah SDN Rawabuntu.
“Hari ini kita menerima laporan dari orang tua murid yang didampingi Kepala Sekolah. Ada 13 orang tua yang melapor, dan seluruhnya sudah kita dengarkan keterangannya, kita lakukan klarifikasi, serta kita gali informasi yang kita dapat,” ujar Tri Purwanto saat ditemui di Polres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (19/1/2025).
Baca juga: PILU! Ibu di Lebak Banten Lahiran di Mobil Pickap Gegara Jalan Rusak dan Berlumpur
Tri menambahkan, dari 13 orang tua yang hadir, sebagian memutuskan menempuh jalur hukum.
"Dari 13 orang tua tersebut, akhirnya 9 orang tua melanjutkan laporan ke Polres. Saat ini kami sedang melakukan pendampingan, sudah membuat laporan, dan untuk proses hukumnya kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” jelas Tri.
Terkait waktu kejadian, Tri mengatakan dugaan pelecehan berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang, yakni dari Juli 2025 hingga Januari 2026.
“Untuk kejadian pastinya belum bisa kami pastikan, namun berdasarkan keterangan orang tua, rentang waktunya dari bulan Juli 2025 sampai Januari 2026,” kata Tri.
Sementara itu, mengenai pelaku, Tri menegaskan bahwa terduga pelaku merupakan tenaga pendidik di sekolah, berinisial YP, yang menjabat sebagai wali kelas.
“Terduga pelaku memang guru di sekolah itu, yaitu wali kelas. Itu informasi yang kami terima sejauh ini,” ungkapnya.
Tri memastikan telah menjalin koordinasi dengan kepolisian.
“Iya, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Polres terkait peristiwa ini, agar prosesnya dapat diselesaikan secara hukum dan memberikan hasil yang terbaik untuk anak-anak kita,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan data awal, korban dugaan pelecehan merupakan murid kelas 4 sekolah dasar.
"Korban yang dilaporkan adalah siswa kelas 4, dan semuanya berjenis kelamin laki-laki,” pungkasnya.
TribunTangerang.com telah mendatangi pihak sekolah untuk meminta keterangan terkait permasalahan ini.
Namun, hingga saat ini belum ada jawaban karena pihak sekolah masih berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan.