Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026, Bertepatan pada Bulan Syaban 1447 H
January 19, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada kalender Hijriah.

Dilansir Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim karya Ust. M. Syukron Maksum, puasa itu disebut puasa Ayyamul Bidh karena tiga hari tersebut bertepatan dengan bulan yang bersinar terang sehingga malam tampak putih bercahaya.

Selain bernilai pahala besar, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, memperkuat ketakwaan, serta menambah amalan sunnah dengan keutamaan yang berlipat ganda.

Diketahui, puasa Ayyamul Bidh ini termasuk dalam ibadah sunnah, yang jika dilaksanakan mendapatkan pahala dan jika tidak dilaksanakan juga tidak menimbulkan dosa.

Puasa Ayyamul Bidh bulan Februari 2026 bertepatan dengan pertengahan bulan Syaban 1447 H.

Berdasarkan kalender resmi dari Kementerian Agama (Kemenag), 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa (20/1/2026).

Puasa di bulan Syaban adalah salah satu anjuran dari Rasulullah SAW, sebagaimana salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’; aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’."

Lantas, kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2026?

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026

Menurut kalender Islam 1447 H, puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Februari 2026 akan dilaksanakan pada: 

Baca juga: Doa Bulan Syaban, Ikhtiar Mohon Umur Panjang dan Dipertemukan dengan Ramadhan

  • Puasa Ayyamul Bidh hari pertama: Minggu, 1 Februari 2026 atau 13 Syaban 1447 H
  • Puasa Ayyamul Bidh hari kedua: Senin, 2 Februari 2026 atau 14 Syaban 1447 H
  • Puasa Ayyamul Bidh hari ketiga: Selasa, 3 Februari 2026 atau 15 Syaban 1447 H

Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat melakukan puasa pada hari-hari putih, sunah karena Allah ta'ala."

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

1. Laksana Puasa Sepanjang Masa

Nilai penting dari puasa sunah tiga hari dalam sebulan adalah laksana puasa sepanjang masa.

Sebagaimana diisyaratkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, "Puasa tiga hari setiap bulan, bagaikan puasa selama hidup (sepanjang masa)." (Mutafaq alaih).

Tak hanya itu, seperti cerita Abu Dzar Al Ghiffari berikut ini, "Kami diperintah oleh Rasulullah SAW agar berpuasa sebanyak tiga hari di setiap bulan, yakni pada hari-hari cemerlang tanggal 13, 14 dan 15. Sabdanya, bahwa puasa itu seperti puasa sepanjang masa." (HR. Nasa'i).

2. Wasiat Rasulullah

Dalam hadis yang berbeda dan dengan lafaz yang berbeda pula, pertama diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dan yang kedua oleh Muslim, Abu Hurairah dan Abu Darda' berkata, "Junjunganku Rasulullah SAW berpesan kepadaku akan tiga hal yang jangan sampai ditinggalkan selama hidup, (dalam wasiat pada Abu Hurairah tidak terdapat kata: jangan sampai ditinggalkan selama hidup) yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dua rakaat, dan salat witir dua rakaat sebelum tidur."

Baca juga: Jelang Ramadhan 1447 H/2026 M, Kapan Batas Akhir Qadha Puasa Ramadhan?

Tentu saja pesan tersebut tidak hanya berlaku bagi mereka, namun juga berlaku bagi kita, bagian dari umat beliau.

Seakan-akan beliau bersabda, "Umat-umatku, laksanakan tiga hal sepanjang hidup kalian setiap harinya, tanpa boleh lupa, yaitu puasa tiga hari dalam sebulan, salat Dhuha, dan salat witir sebelum tidur."

3. Mengikuti Kebiasaan Rasulullah

Tak hanya menganjurkan sahabat dan umatnya untuk berpuasa tiga hari dalam sebulan, beliau juga menjalankannya sepanjang hidupnya.

Seperti halnya cerita Mu'adzah al-Adawiyah ra berikut ini, bahwa ia pernah bertanya pada Aisyah ra, "Apakah Rasulullah berpuasa tiga hari setiap bulan?". Jawab Aisyah, "Benar." Ia bertanya lagi, "Bulan apa saja?". Aisyah menjawab, "Tak peduli bulan yang mana saja." (HR. Muslim).

Maka jika kita melaksanakannya, kita telah melaksanakan kebiasaan Rasulullah sehari-hari yang sudah jelas baik dan bermanfaat.

4. Baik Sedang di Rumah atau Bepergian

Bukti komitmen Rasulullah akan puasa tanggal 13, 14, dan 15 ini adalah beliau tidak pernah meninggalkannya dalam kondisi apapun, baik sedang di rumah maupun saat bepergian.

Seperti cerita Ibnu Abbas ra, "Rasulullah SAW tidak pernah berbuka pada hari-hari putih, baik beliau sedang di rumah atau dalam perjalanan." (HR. Nasa'i).

(Tribunnews.com/Latifah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.