Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya (MOTAC) meminta seluruh hotel di Malaysia, terutama bintang 4 dan 5 untuk menjaga standar layanan agar reputasi negara sebagai destinasi wisata kelas dunia tetap terjaga.
Menteri MOTAC, Datuk Seri Tiong King Sing, mengatakan hotel harus lebih dari sekadar fasilitas mewah atau peringkat bintang.
"Keramahan saat ini tidak lagi hanya didefinisikan oleh infrastruktur atau klasifikasi bintang, tetapi oleh kualitas layanan, daya tanggap, dan profesionalisme, sementara pengalaman tamu memainkan peran penting dalam membentuk kesan pertama pengunjung terhadap Malaysia," katanya seperti dilansir dari , Senin (19/1/2026).
Ia juga menyoroti keluhan tamu yang tidak mendapat layanan memadai di beberapa hotel kelas atas.
"Kementerian tidak dapat menerima alasan seperti manajer umum tidak tersedia ketika tamu menyampaikan keluhan yang sah. Manajemen hotel harus bertanggung jawab penuh dalam menangani keluhan agar pengunjung meninggalkan kesan positif tentang negara kita," tegasnya.
Tiong menambahkan hotel perlu rutin meninjau prosedur operasional, termasuk manajemen vendor, perencanaan pemeliharaan, dan peningkatan fasilitas kamar maupun area publik. Tujuannya, memastikan keamanan, kenyamanan, dan layanan yang konsisten, sekaligus menjaga citra Penang dan Malaysia secara keseluruhan.
Menjelang Visit Malaysia 2026, Penang disebut sebagai pintu gerbang wisata utama dengan kekayaan kuliner, sejarah, budaya, dan aset warisan. Tiong menekankan pentingnya pengalaman pengunjung yang lancar, mulai dari kedatangan, mobilitas, kemudahan digital, hingga layanan hotel.
"Integrasi yang lebih erat antara hotel, bisnis lokal, ruang budaya, dan komunitas harus diperkuat," ujarnya.
Pembukaan Iconic Majorie Hotel, dengan investasi 180 juta RM (Rp 750 miliar) mencerminkan pertumbuhan Penang sebagai destinasi yang menyeimbangkan warisan budaya, kreativitas, dan kesuksesan komersial. Hotel itu menjadi proyek kedua grup Iconic, bersebelahan dengan Iconic Regency, hunian servis 268 unit, hasil kerja sama dengan Marriott International yang telah memiliki lebih dari 1.000 properti di Asia Pasifik.







