Lokasi Kabur Terdeteksi, Polres Sorong Perkuat Koordinasi Buru Terduga Pelaku Penikaman Depan Gereja
January 19, 2026 11:25 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Jajaran Polres Sorong masih memburu terduga pelaku penikaman yang menewaskan Cristina Ewit Syufi (22) di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas.

Upaya juga dikoordinasikan dengan sejumlah polres di wilayah sekitar serta Polda Papua Barat Daya guna mempercepat proses penangkapan.

"Sampai saat ini terduga pelaku masih kami kejar. Informasi terakhir yang kami terima, pelaku berada di luar Kabupaten Sorong," ucap Kabag Ops Polres Sorong AKP Gerryliyus Febrera di kantor Polres Sorong, Aimas, Senin (19/1/2026) malam.

Baca juga: Aktivis Perempuan Papua Kecam Penikaman Cristina Syufi di Depan Gereja Katolik Santo Bernardus Aimas

Mengenai situasi pascakejadian, AKP Gerryliyus mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan diri.

Seluruh pihak menahan emosi dan tidak terprovokasi demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Aparat Polres Sorong yang mendapat laporan kemudian memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan. 

Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit oleh pihak kepolisian bersama keluarga sekitar pukul 12.30 WIT.

Akar persoalan

Kakak kandung korban, Maria Syufi mengaku terpukul dan sedih atas nasib tragis yang menimpa adiknya, terlebih kejadiannya di depan rumah ibadah.

"Persitiwa terjadi di depan gereja, di depan banyak orang. Ini bukan duka kami keluarga," ujarnya.

Menurut Maria, adiknya dan terduga pelaku berinisial MS memiliki persoalan rumah tangga, yakni adanya perempuan lain.

EVAKUASI KORBAN - Tim identifikasi Polres Sorong mengevakuasi perempuan korban penikaman di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (18/1/2026) pagi. Korban sempat lari usai ditikam sebelum ambruk di halaman dekat pintu masuk gereja sebelum akhirnya meninggal dunia.
EVAKUASI KORBAN - Tim identifikasi Polres Sorong mengevakuasi perempuan korban penikaman di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (18/1/2026) pagi. Korban sempat lari usai ditikam sebelum ambruk di halaman dekat pintu masuk gereja sebelum akhirnya meninggal dunia.

Korban dan MS merupakan pasangan suami istri yang menikah secara adat serta dikaruniai dua orang anak yang masih balita.

Maria menyebut, pihak keluarga beberapa kali berupaya menyelesaikan masalah secara baik-baik, bahkan membantu kehidupan mereka.

"Adik saya lalu kembali tinggal bersama keluarg. Sejak perpisahan itu, dia (terduga pelaku, red) kerap mengancam adik saya atau saya, hingga akhirnya peristiwa pun benar-benar terjadi," katanya.

Baca juga: Kader jadi Korban Penikaman hingga Meninggal, PMKRI Cabang Sorong Minta Aparat Hukum Berat Pelaku

Ia bersama keluarga berar berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar diproses hukum setimpal.

"Kami mohon agar polisi menjalankan tugasnya," kata Maria. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.