Cerita Pedagang Sekitar TPS Muktiharjo Kidul Semarang, Pembeli "Kabur" Tak Kuat Cium Bau Sampah
January 20, 2026 12:11 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bau menyengat terasa menusuk hidung di sekitar Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Senin (19/1/2026).

Sampah menggunung di lahan terbuka sudah dikeruk, menyisakan aroma tak sedap menguar hingga jarak sekitar 200 meter.

Di sisi lain, empat kontainer sampah di TPS resmi yang berada di sebelah lahan terbuka tampak penuh hingga meluber ke bawah.

Baca juga: Area TPS Muktiharjo Kidul Semarang Dipasang 2 CCTV, Telusuri Siapa Saja yang Buang Sampah

Ternyata, kondisi ini sudah lama dirasakan warga yang menggantungkan hidup di sekitar TPS.

Begitu juga pedagang kuliner, yang terganggu dengan keberadaan tumpukan sampah yang menggunung di sekitarnya.

Satu di antaranya, Yanto (65), pemilik warung bakso dan mie ayam yang berada tak jauh dari lokasi. Ia yang telah berjualan di lokasi selama 15 tahun itu mengaku kerap terganggu dengan tumpukan sampah yang menggunung.

"Kemarin kan numpuk, sampai menggunung. Orang makan di sini itu nggresah 'mengeluh'," kata Yanto di warungnya.
Menurut Yanto, bau sampah semakin parah saat terkena panas matahari dan tertiup angin. Akibatnya, sejumlah pembeli memilih membatalkan makan di tempat.

"Ada yang mau makan, enggak jadi. Ada yang pilih makanannya dibungkus saja," ungkapnya.

Ia menyebut gunungan sampah di sekitar TPS tersebut memang sudah ada sejak lama. Masalah acapkali muncul ketika warga membuang sampah tidak sesuai aturan.

"Kadang-kadang buang sampahnya di jalan depan warung. Kadang-kadang malam buang sampahnya, kan enggak tertib," ungkapnya.

Yanto mengaku kini lega kondisi TPS mulai kembali tertata setelah sempat dibersihkan. Tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung sudah berkurang. Ia berharap ketertiban ini bisa terus dijaga, terlebih area tersebut direncanakan Pemkot dijadikan sebagai taman.

"Ini tinggal baunya. Semoga segera hilang."

"Harapannya juga nanti kalau sudah bersih tidak bau lagi. Kalau tidak baun kan pengaruh juga ke warung, pembeli bisa lebih nyaman," ungkapnya.

Kondisi terparah dirasakan Romadon, pemilik warung yang lokasinya tepat berdampingan dengan tumpukan sampah.

Ia mengaku menyaksikan langsung bagaimana sampah di TPS Muktiharjo Kidul sempat menggunung hingga setinggi sekitar tiga meter, bahkan melebihi atap warungnya.

"Pembersihan sampahnya bolak-balik angkut sampai sekitar 3 hari baru selesai," ungkapnya menyaksikan.

Romadon menuturkan, kondisi terparah bermula sejak awal bulan ketika alat berat pengangkut sampah mengalami kerusakan. 

"Tanggal 1 sampai tanggal kemarin kan (sampah) menggunung, 3 meter ada," ujarnya.

Ia menyebut tumpukan sampah itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari sampah rumah tangga, restoran, hotel, hingga rumah sakit.

Sampah-sampah tersebut menumpuk di lahan terbuka dan menimbulkan bau menyengat selama berhari-hari. Warga sekitar pun mulai tak tahan hingga protes dan laporan ke berbagai pihak.

"Didemo warga, ada warga yang laporan ke atas. Terus akhirnya kan dibersihkan, dikerahkan semua," ungkapnya.

Situasi semakin parah ketika tumpukan sampah menyebabkan genangan air dan banjir kecil di sekitar TPS.

Lalat hijau beterbangan dalam jumlah besar, menempel di pepohonan dan masuk ke warung makan. Romadon mengaku menjadi salah satu korban paling terdampak.

"Kemarin itu, waduh ngeri, sampai pohon kebak laler 'dipenuhi lalat', terus pohon gedang 'pisang' penuh lalat. Waduh aku yang korban ini, sampai makanan ini aku bingung nutupi," katanya menggambarkan kondisi.

Proses pembersihan, jelas Romadon, dilakukan besar-besaran setelah laporan warga ditindaklanjuti.

Dinas terkait, camat, lurah, hingga petugas dari berbagai instansi turun langsung ke lokasi. Menurut Romadon, pembersihan dilakukan hingga larut malam.

"Sampai jam 10 malam. Saya juga ikut jagain, sampai ngantuk. Kalau nggak ada lampu dari warung, gelap," ujarnya.

Kini, area lahan terbuka tersebut tampak sudah dipagari dan tidak lagi diperbolehkan untuk pembuangan sampah karena akan dialihfungsikan menjadi taman.

Saat ini, pembuangan sampah hanya diperbolehkan melalui kontainer.

Terpisah, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut memastikan penanganan persoalan sampah di TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, dilakukan secara menyeluruh.

Dijelaskan, setelah pengangkutan dan pembersihan, langkah lanjutan kini difokuskan pada pengamanan dan penertiban agar lokasi tersebut tidak kembali mengalami penumpukan sampah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan penanganan TPS Muktiharjo Kidul dilanjutkan dengan penataan dan pengamanan lokasi.

Kebijakan tersebut meliputi pengaturan ritasi pengangkutan, penambahan kontainer, hingga sterilisasi area yang selama ini disalahgunakan sebagai titik pembuangan liar.

Dalam penanganan tersebut, jelas Wali Kota, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang mengerahkan dua alat berat jenis backhoe serta 20 unit dump truck.

Sedangkan Disperkim menurunkan lima unit dump truck beserta tenaga kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan satu alat berat, puluhan armada pengangkut sampah, serta empat unit kontainer yang disiagakan di lokasi.

Satpol PP menurunkan tiga regu personel untuk pengawasan, sementara Dishub membantu pemasangan penerangan jalan umum agar aktivitas pengelolaan berjalan aman dan tertib.

Keterlibatan wilayah juga disebut diperkuat.

Kecamatan dan kelurahan memasang dua unit CCTV untuk memantau aktivitas di TPS, khususnya mencegah pembuangan sampah sembarangan oleh kendaraan roda empat atau pick-up yang seharusnya langsung menuju TPA.

Selain pembersihan, Pemkot Semarang mulai melakukan pengamanan fisik kawasan.

Area bekas TPS liar yang berada di lahan eks bengkok dipagari untuk mencegah area kembali dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan.

Material pagar telah tiba dan proses pemasangan dilakukan oleh DLH. 

Penataan lingkungan juga dilakukan melalui penghijauan, dengan penanaman tabebuya oleh Disperkim serta tanaman buah seperti mangga dan sukun oleh DLH.

Baca juga: Viral Pria Diduga WNI Buang Sampah Sembarangan di Hutan Lindung Australia

Ke depan, lahan tersebut direncanakan difungsikan sebagai taman lingkungan.

Untuk memastikan pelayanan sampah tetap berjalan optimal, lanjut dia, pembuangan difokuskan di TPS Muktiharjo Kidul yang berada bersebelahan dengan lokasi TPS liar.

Di titik tersebut telah disiapkan empat kontainer yang dilayani empat armada armroll dengan tiga ritasi per hari. Selain itu, satu unit dump truck dikerahkan untuk pembilasan area agar kondisi tetap bersih dan tidak menimbulkan bau. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.