Manajer PSM: Sanksi FIFA Sudah Diselesaikan, Tinggal Menunggu Dicabut
January 20, 2026 09:19 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar tinggal selangkah lagi terbebas dari sanksi larangan transfer FIFA.

PSM Makassar bersiap mendatangkan pemain anyar pada jendela transfer putaran kedua Super League 2025/2026. 

Manajemen memastikan seluruh kewajiban telah diselesaikan dan kini menunggu pencabutan resmi dari FIFA.

Hal itu disampaikan Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, saat ditemui di Stadion Kalegowa, Jalan Poros Pallangga, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) petang.

“Kita tahu kita masih punya banned FIFA. Semua sudah diselesaikan, sekarang hanya menunggu proses administrasi dari FIFA,” ujar Fajrin.

Pantauan Tribun-Timur.com hingga Senin (19/1/2026) pukul 20.37 Wita, PSM Makassar masih tercantum dalam daftar FIFA Registrations Bans, membuat klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru sejak 9 Januari 2025.

Namun, Fajrin optimistis sanksi tersebut akan segera dicabut dalam waktu dekat.

“Kita menunggu, mungkin satu-dua hari ini sudah diangkat dari FIFA,” ucapnya.

Pada bursa transfer paruh musim ini, PSM Makassar telah melepas tiga pemain muda dengan status pinjaman.

Kiper M Ardiansyah dipinjamkan ke Persijap Jepara, sementara penyerang tengah Muhammad Arham Darmawan dan penyerang sayap Mufli Hidayat bergabung dengan Persipal Palu di Liga 2.

Di sisi lain, PSM Makassar telah memastikan satu rekrutan anyar, yakni kiper Syaiful Syamsuddin.

Penjaga gawang asal Takalar tersebut kembali memperkuat Juku Eja dan sudah terlihat mengikuti sesi latihan di Stadion Kalegowa, Senin sore.

Selain Syaiful, dua nama pemain asing santer dikaitkan dengan PSM Makassar, yakni Todor Todorski asal Makedonia Utara dan Simon Amin yang berpaspor Suriah.

Keduanya dinilai memiliki peluang besar bergabung, mengingat PSM Makassar masih memiliki dua slot pemain asing dari total kuota 11 pemain impor sesuai regulasi.

Todor Todorski berposisi sebagai bek sayap kanan dan saat ini masih bermain di kasta tertinggi Liga Makedonia Utara.

Pemain berusia 26 tahun itu dikenal memiliki stamina prima, kecepatan, serta kemampuan membantu serangan melalui sisi sayap.

PSM Makassar disebut membutuhkan sosok bek sayap kanan untuk menunjang skema permainan pelatih Tomas Trucha, menuntut pemain di posisi tersebut mampu bertahan sekaligus aktif menyerang.

Sejauh ini, PSM Makassar mengandalkan Syahrul Lasinari dan Mufli Hidayat di posisi tersebut.

Syahrul dinilai kuat dalam bertahan, namun kontribusi menyerangnya terbatas.

Sementara Mufli lebih menonjol saat menyerang, tetapi masih perlu peningkatan dalam bertahan dan pengambilan keputusan.

Sementara itu, Simon Amin merupakan pemain Timnas Suriah yang kini memperkuat klub Liga 2 Swedia, Orebro SK.

Gelandang berusia 28 tahun itu dikenal sebagai pemain serba bisa yang dapat bermain sebagai gelandang bertahan, box to box, maupun pengatur serangan.

Dengan postur 183 sentimeter, Simon Amin memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, termasuk umpan jarak jauh akurat untuk menghubungkan lini pertahanan dan lini serang.

Koordinator Komunitas VIP Utara (KVU), Darmansa Ancha, berharap sanksi FIFA menimpa PSM Makassar segera dicabut agar pemain baru bisa segera didaftarkan dan dimainkan.

“Saya sangat berharap manajemen dan pelatih benar-benar punya misi dan tujuan yang sama, sehingga perombakan pemain nantinya sesuai dengan harapan kita semua,” ujarnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.