Pelatihan di Seloliman, SMKN 12 Surabaya Cetak Kader Lingkungan yang Peduli Alam
January 20, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – SMK Negeri 12 Surabaya menggelar pelatihan intensif bagi kader lingkungan yang diikuti pengurus OSIS dan MPK di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (20/1/2026). 

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, sejak 19 hingga 20 Januari 2026.

Pelatihan tersebut bertujuan mencetak pemimpin muda yang unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup. 

Komitmen Sekolah untuk Jalankan SIKAP

Kepala SMKN 12 Surabaya, Lilik Majidatuz Zahro, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menjalankan amanah sebagai pelaksana Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dari pemerintah pusat.

“Kami sengaja membawa anak didik kami ke PPLH Seloliman agar mereka bisa mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya dan langsung mengimplementasikannya di sekolah. Mereka adalah kader Adiwiyata yang akan menjadi motor penggerak lingkungan di SMKN 12,” ujar Lilik.

Baca juga: 5 Film Pendek Siswa SMKN 12 Surabaya Tayang Perdana di Cineprime 2025, Bertema Eskalasi Perempuan

Menurut Lilik, meskipun SMKN 12 Surabaya dikenal memiliki fokus pada jurusan seni, hal tersebut tidak menghalangi para siswa untuk aktif dan berkontribusi dalam isu ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. 

Justru melalui program ini, siswa didorong memiliki kepekaan sosial dan ekologis yang lebih luas.

Siswa Dibekali Materi Aplikatif

Selama mengikuti pelatihan di Seloliman, para siswa dibekali berbagai materi aplikatif, mulai dari teknik penanaman pohon, pengelolaan lingkungan, hingga aksi nyata berupa sisir sungai. 

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran langsung akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

“Kenapa ada sisir sungai? Karena ini erat kaitannya dengan kesadaran kita. Kalau sungai kotor, itu tandanya kita belum memberikan perhatian yang cukup pada lingkungan hidup,” tegas Lilik.

Tularkan Semangat Pelestarian Lingkungan

Pihak sekolah berharap, sepulang dari pelatihan ini, para pengurus OSIS dan MPK mampu menularkan semangat pelestarian lingkungan kepada seluruh warga sekolah. 

Dengan demikian, nilai-nilai kepedulian terhadap alam tidak hanya berhenti pada kader terpilih, tetapi menjadi budaya bersama di lingkungan sekolah.

Program SIKAP di SMKN 12 Surabaya sendiri telah diawali dengan pembentukan kepanitiaan internal serta seleksi kader lingkungan secara ketat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai wujud keseriusan sekolah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

“Ini tugas yang cukup berat namun mulia. Kami ingin kader-kader ini mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus menguatkan ketahanan pangan di lingkungan sekolah kami,” pungkas Lilik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.