TRIBUNPRIANGAN.COM - Tribuners, strategi Pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat di beberapa tahun belakangan, diprediksi akan berlanjut lagi sepanjang tahun 2026.
Stimulus tersebut terkenal di kalangan masyarakat sebagai Bantuan Sosial (Bansos), yang belakangan menjadi pusat perhatian kalangan ekonomi kebawah.
Meski dengan skema yang berbeda, program tahunan pemerintah ini akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, yang aktif di beberapa jenis bansos, mengikuti alur kebutuhan masyarakat dan inflasi pasar yang tidak menentu setiap waktunya.
Pasalnya, terdapat bebebrapa diantaranya terpaksa harus ditiadakan, meski sudah ada pendataan.
Ya, program yang umumnya menggunakan sistem kuartalan atau empat tahap ini, hanya akan memberlakukan 65 persen bansos dari sekian banyak jenis yang diterapkan pada 2025.
Baca juga: Warga Banjar Catat! BLTS Bakal Cair Lagi 2026, Siap-siap Rp 900 Ribu Masuk ATM, Cek Jadwalnya
Dua diantaranya adalah bansos yang digolongkan dalam kategori regional dan telah tepat sasaran serta merata, yakni BPNT dan PKH.
Adapun, jika sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, lantas berapa besaran yang akan cair pada tahun 2026 ini, terkhusus untuk pencairan bagi masyarakat di wilayah Priangan?
Seperti yang diketahui, wilayah Priangan Timur meliputi 7 Kabupaten dan Kota diantaranya, Garut, Sumedang, Banjar, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis.
Seleuruh daerah ini menerima alokasi bantuan sosial yang sama dengan daerah lain secara nasional di seluruh Indonesia.
Akan tetapi jumlah penerima dan distribusi disesuaikan per kabupaten berdasarkan data kemiskinan dari BPS.
Namun jika ditarik lebih jauh, penyaluran tiap daerah setiap tahunnya masih sama.
Seperti pada tahun 2023, 2024, hingga 2025 dimana nominalnya sebesar:
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima sebesar Rp200.000 per bulan, yang bisa digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau toko mitra (2024) dan digunakan untuk bahan pangan.
Pada 2024, sekitar 20 juta KPM di Indonesia menerima ini, dengan alokasi di Priangan berdasarkan angka kemiskinan.
Adapun, besaran mungkin naik lagi pada 2026 jika ada penyesuaian inflasi, tapi belum dikonfirmasi.
Bantuan tunai bulanan, dengan komponen kesehatan (Rp500.000-1.000.000 per tahun) dan pendidikan (Rp1.000.000-2.000.000 per tahun), tergantung jumlah anak dan komponen.
Total bantuan per keluarga sebesar Rp1.500.000-3.000.000 per tahun (dibagi bulanan).
Pada 2024, sekitar 10 juta KPM di Indonesia, dengan Priangan (seperti Sumedang atau Garut) memiliki alokasi sekitar 100.000-200.000 KPM.
Besaran sering disesuaikan, seperti pada 2023, ada kenaikan 12 persen untuk komponen pendidikan, yang memungkinkan nominal bansos naik lagi.
Baca juga: Warga Ciamis Belum Terima Bansos BPNT dan PKH Januari 2026? Ternyata, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Meski sebagian kecil dihentikan, pemerintah masih mengusahakan untuk mempertahankan sebagian besar bansos regional atau utama pada tahun ini.
Tentunya ini jadi angin baik bagi masyarakat terutama yang ada di Kabupaten seluruh Jawa Barat, termasuk di Pangandaran.
Berikut ini sedikit info tentang bansos di 2026 yang diprediksi berlanjut.
1. BPNT dan PKH
Jadi bansos yang paling banyak diminati dan dinanti, kedua bansos reguler yang paling banyak penerimanya ini dikabarkan berlanjut pada tahun 2026. Pencairan pada awal tahun pun masih tertunda dikarenakan penuntasan susulan 2025 yang belum selesai.
2. Program PIP & PBI JKN
Bansos yang menyasar sektor pendidikan juga akses gratis kesehatan ini, dipastikan berlanjut di tahun ini.
Dimana Pemerintah tetap menjamin biaya sekolah anak-anak dari keluarga prasejahtera dan layanan pengobatan gratis di fasilitas kesehatan tetap tersedia di tahun 2026.
3. BLT Dana Desa
Program yang diperuntukan bagi warga miskin ekstrem pada lingkup desa sebesar Rp 300.000 perbulan ini, akan berlanjut di tahun 2026.
4. Bantuan Beras 10-20 Kg
Bantuan dengan fokus utama bahan pokok berupa beras ini, diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2026 ini, untuk 4 bulan pertama (Januari–April 2026) bagi 18,27 juta keluarga.
5. Bantuan Makanan untuk Lansia & Disabilitas
Program bantuan permakanan bagi lansia dan penyandang disabilitas tunggal kini bersinergi dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diambil pemerintah guna memastikan kualitas gizi dan asupan makanan yang diterima para penerima manfaat jadi jauh lebih bermutu dan sehat.
6. Atensi Yatim Piatu (YAPI)
Tetap cair Rp200.000 per bulan (biasanya dirapel Rp600.000 per tahap).
Baca juga: Website Kemensos Umumkan Daftar Warga Priangan Timur Penerima Bansos 2026
1. Bantuan Penebalan untuk Bencana atau Krisis Tertentu Rp400.000
Jika tidak ada bencana besar, program seperti BLT untuk bencana alam (misalnya banjir atau gempa) mungkin tidak ada.
2. Bansos Minyak Goreng 4 Liter
Bansos yang diluncurkan pada 2022-2023 sebagai respons inflasi minyak goreng resmi dihentikan karena subsidi minyak goreng dianggap sudah stabil dan dialihkan ke program lain.
3. BLT Elpiji (Bantuan Langsung Tunai untuk LPG 3 Kg)
Bansos untuk meringankan beban subsidi LPG, juga diprediksi akan tidak dilanjutkan jika harga energi sudah terkendali.
Baca juga: Begini Skema Pencairan dan Besaran Dana Bansos Kemensos Januari 2026 untuk Warga Priangan Timur
Demi memastikan nama anda termasuk dalam data penerima di tahun 2026, ada baiknya untuk mengecek detail desil atau tingkatan peluang penerimaan bansos pada data anda.
Pengecekan bansos bisa dilakukan secara terbuka dan mudah, selama data yang dimasukkan sesuai identitas.
Berikut langkah-langkah cek penerima Bansos 2026:
1.Cek BLT Kesra Lewat Website Kemensos
Baca juga: Status Desil Penerima Bansos Baru di Januari 2026 Untuk Warga Tasikmalaya
2. Cek BLT Kesra Lewat Aplikasi Cek Bansos
(*)