Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, KOTA BEKASI- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi buka suara terkait sampah Kota Bandung dikirim ke Bekasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, memastikan kalau pihaknya tidak menerima sampah kiriman tersebut.
DLH Kota Bekasi juga tidak pernah melakukan kerja sama terkait pengiriman sampah dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
"Dari pihak Pemkot bekasi juga belum pernah menerima permohonan kerja sama atau membahas kerja sama tersebut," kata Kiswatiningsih kepada Tribun Bekasi, Selasa (20/1/2026).
Kiswatiningsih menjelaskan, dirinya juga sudah berkomunikasi melalui Whatsapp denegan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Darto pada Senin (19/1/2026).
Dilansir sebelumnya dari Tribun Jabar, DLHK Bandung telah menyiapkan solusi lain untuk menangani sampah setelah penggunaan insinerator dilarang oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Selama ini dari total timbulan sampah di Kota Bandung yang mencapai 1.500 ton per hari, sebanyak 1.200 ton di antaranya dibuang ke TPA Sarimukti dan sisanya diolah dengan menggunakan mesin 15 insinerator yang ada di beberapa titik.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3, DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, untuk menangani sisa sampah setelah penggunaan insinerator dilarang KLH tersebut, pihaknya mengirimkan sampah itu ke pabrik di Bekasi untuk dijadikan Refuse Derived Fuel (RDF)
"Sudah mulai kerjasama (pengiriman sampah) per awal Januari ini. Cuma kapasitasnya mungkin dari awalnya 50 ton per hari, nanti menjadi 100 ton per hari," ujarnya saat dihubungi, Senin (19/1/2026).
Kendati demikian, kata dia, tidak semua sisa sampah itu bisa dikirim ke Bekasi karena ada batasan pengiriman, sehingga pihaknya harus mencari solusi yang lainnya lagi untuk menangani sampah tersebut.
"Kami belum mencoba mengkaji dari sampah yang diolah 15 insinerator ini, apakah akan dibawa ke sana semua atau seperti apa gitu. Mungkin tidak semua ke Bekasi, tapi sebagiannya kita ke TPA dulu saja," kata Salman. (M37)