SRIPOKU.COM – Nasib Sriwijaya FC kian suram. Di tengah krisis finansial yang belum menemui jalan keluar, Laskar Wong Kito dipermalukan FC Bekasi City dengan skor telak 7-0 pada laga ke-16 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (16/1/2026).
Kekalahan memalukan ini bukan sekadar soal hasil di lapangan, melainkan cerminan kondisi internal klub Sriwijaya FC yang berada di titik nadir. Gaji pemain dan pelatih yang menunggak hingga hampir empat bulan, eksodus pemain, serta ancaman mundurnya pelatih kepala Budi Sudarsono menjadi luka berlapis yang kini menghantam klub kebanggaan Sumatera Selatan tersebut.
Empat Pelatih di Pinggir Lapangan, Isyarat Pergantian?
Menariknya, dalam laga tersebut Sriwijaya FC didampingi empat pelatih sekaligus. Selain pelatih kepala Budi Sudarsono, tampak pula Cipta Adikodrati (Coach Jo), Tedi Berlian, dan Coach Lutfi.
Coach Jo bukan sosok asing. Ia pernah menjabat caretaker pelatih kepala Sriwijaya FC pada Oktober 2025 menggantikan Achmad Zulkifli, serta memiliki rekam jejak melatih Maung Anom (Persib Bandung U-21) dengan lisensi AFC B License.
Sementara itu, Coach Tedi Berlian merupakan pelatih muda asal Bogor yang pernah membesut PSBB Bogor di Liga 4 dan juga mantan pemain belakang Sriwijaya FC. Ia kini kembali dengan lisensi AFC C License, membawa ambisi membangkitkan performa tim di putaran kedua Liga 2 musim ini.
Kehadiran tiga pelatih pendamping ini memunculkan spekulasi bahwa manajemen tengah menyiapkan opsi jika Budi Sudarsono benar-benar angkat kaki.
Namun, Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, menepis anggapan tersebut.
“Bukan antisipasi. Coach Jo dan Lutfi tidak mengundurkan diri, jadi mereka kembali support saja di kondisi yang makin parah,” ujar Anggoro.
Budi Sudarsono: “Habis Dibayar, Saya Cabut”
Di tengah kekacauan ini, Budi Sudarsono tak lagi menutupi kekecewaannya. Eks striker Timnas Indonesia yang dijuluki Budigol itu secara terbuka mengancam mundur jika haknya tak segera dipenuhi.
“Saya lagi minta pembayaran yang belum dibayar aja. Habis itu cabut,” tegas Budi Sudarsono.
Pernyataan serupa juga pernah ia sampaikan kepada media sebelumnya.
“Rencananya kalau tidak dibayar, saya juga mundur,” kata mantan striker Timnas Indonesia yang juga dijuluki Ular Piton.
Meski demikian, Budi Sudarsono masih membuka peluang mendampingi tim pada laga Derby Sumsel melawan Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) pukul 15.30 WIB.
“Insya Allah (masih),” ucapnya singkat.
Lima Pemain Anyar Tak Mampu Menahan Gempuran
Di atas lapangan, Sriwijaya FC sejatinya menurunkan lima pemain anyar sejak menit awal, Derry Herlangga, Willyando, Agni Fathurahman, Robi Andika, dan Redi Rusmawan. Namun, rapuhnya koordinasi lini belakang membuat mereka tak berdaya menghadapi agresivitas tuan rumah.
Gol pembuka FC Bekasi City tercipta pada menit ke-19 melalui gol bunuh diri Rizky Abdiansyah, disusul dua gol Madon di menit ke-40 dan 40+2. Sriwijaya FC sudah tertinggal 0-3 saat turun minum, sebelum akhirnya kolaps total di babak kedua.
Kini, Sriwijaya FC bukan hanya berjuang keluar dari papan bawah, tetapi juga mempertahankan eksistensinya. Gelombang kepergian pemain terus terjadi, pelatih mengancam mundur, dan solusi finansial belum terlihat.
Baca juga: Sumsel United Gagal Jaga Tren Positif, Ichsan Kurniawan Sebut Bukan Hari Keberuntungan
Jika situasi ini tak segera dibenahi, bukan tak mungkin Elang Andalas benar-benar tumbang, bukan hanya di klasemen, tetapi juga sebagai sebuah klub bersejarah sepak bola Indonesia.
Sriwijaya FC masih menghuni juru kunci peringkat 10 klasemen semenatara grup wilayah barat Pegadaian Championship 2025/26 dengan perolehan 2 poin dari 16 pertandingan yang dijalani.