Tim SAR Temukan Dompet Berisi Identitas Kru ATR 42-500 Milik Hariyadi, Ada Uang dan Foto Istri
January 20, 2026 12:44 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Memasuki hari keempat proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026), tim SAR gabungan menemukan sebuah dompet berisi kartu identitas atas nama Hariyadi.

Dari kartu identitas tersebut diketahui Hariyadi lahir di Karanganyar pada 5 Desember 1979. Selain kartu identitas, di dalam dompet juga ditemukan sejumlah uang tunai serta foto istri korban. Hariyadi merupakan salah satu dari tujuh kru pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Hariyadi diketahui bertugas sebagai Flight Operation Officer (FOO) pada maskapai Indonesia Air Transport (IAT).

Temuan dompet ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses pencarian dan identifikasi korban.

Selain dompet, tim SAR gabungan juga menemukan bagian roda pesawat di lereng Gunung Bulusaraung. Roda tersebut ditemukan dalam kondisi patah dan terpisah dari badan pesawat.

Hingga Senin (19/1/2026), baru dua jenazah korban yang berhasil ditemukan dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Dua korban yang telah ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Dalam upaya mempercepat pencarian, sebanyak 18 warga lokal pencari madu hutan turut dilibatkan.

Para pencari madu tersebut dikenal memiliki kemampuan menjelajah hutan dan medan terjal, sehingga dinilai mampu membantu tim SAR di kawasan Gunung Bulusaraung.

Para pencari madu disisipkan ke dalam tujuh tim pencarian, yang sebelumnya hanya berjumlah lima tim.

Tujuh tim tersebut terdiri dari enam tim pencarian dan satu tim khusus yang difokuskan pada lokasi ekor pesawat.

Total lebih dari 500 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi hari keempat ini. Seluruh tim terlebih dahulu mengikuti apel dan briefing di halaman masjid depan Kantor Desa Tompobulu yang menjadi posko utama pencarian.

Apel dipimpin oleh Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, didampingi Asrem Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Abi Kusnianto, serta dihadiri unsur TNI, Polri, dan Basarnas.

Cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Hujan badai bahkan sudah mengguyur Desa Tompobulu sejak apel berlangsung.

Meski demikian, petugas SAR tetap diberangkatkan dengan perlengkapan logistik, alat komunikasi, serta peralatan untuk bermalam di lokasi pencarian.

Pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, yang hingga kini masih terus dilakukan upaya pencarian dan evakuasi.

Kru pesawat (7 orang):

Kapten Andy Dahananto (Pilot in Command)
Kopilot Farhan Gunawan (Second in Command)
Hariadi (Flight Operation Officer)
Restu Adi P (Engineer)
Dwi Murdiono (Engineer)
Florencia Lolita (Awak Kabin/Flight Attendant)
Esther Aprilita S (Awak Kabin/Flight Attendant) 

Penumpang (3 orang):

Ferry Irawan (Pegawai KKP, Analis Kapal Pengawas)
Deden Mulyana (Pegawai KKP, Pengelola Barang Milik Negara)
Yoga Noval (Pegawai KKP, Operator Foto Udara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.