Laporan Reporter TribunFlores.Com, Carles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat melanda wilayah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timut (NTT) sejak empat hari terakhir.
Kondisi ini mengakibatkan sejumlah bencana pohon tumbang dan kerusakan bangunan di beberapa titik, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, sebuah pohon moke tumbang di Kelurahan Lebijaga.
Kejadian ini sempat menutup total akses jalan di belakang Gereja Santo Yosep. Selain itu, di Kelurahan Susu, angin kencang menyapu atap salah satu rumah warga yang hingga kini masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Baca juga: BMKG Peringatkan Masyarakat Pesisir NTT Waspada Hujan Lebat, Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Desa Bowali, di mana satu unit rumah warga tertimpa pohon tumbang. Tidak hanya pemukiman, fasilitas publik pun terdampak; atap seng Kantor BPBD Ngada dilaporkan tersapu angin.
Sementara itu, pada jalur lintas Mataloko–Bajawa, tepatnya di wilayah Bhetokeli, sejumlah bambu tumbang menghalangi badan jalan. Kejadian tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas sebelum akhirnya dievakuasi.
Kepala BPBD Ngada melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hermenegild Ruba, menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh atau beraktivitas di bawah pohon besar serta menjauhi wilayah rawan longsor, terutama saat hujan lebat dan angin kencang,” ujar Hermenegild.
Baca juga: Anggota Polda NTT Tangkap Nelayan di Parumaan Sikka, Terduga Pelaku Bom Ikan
BPBD Ngada memastikan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa serta kelurahan guna penanganan lanjutan serta pendataan dampak kerusakan secara menyeluruh.
BMKG menyebut sirkulasi siklonik sebelumnya terpantau berada di selatan Nusa Tenggara Barat dan telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
Keberadaan sistem ini membentuk serta memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Meskipun Bibit Siklon Tropis 96S saat ini telah melemah dan dinyatakan punah, namun dinamika atmosfer kembali menunjukkan adanya pembentukan Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah Laut Timor.
Sistem baru ini kembali meningkatkan pola konvergensi dan mendukung peningkatan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
BMKG juga menetapakan status awas terhadap kondisi cuaca di wilayah Nusa Tengggara Timur (NTT) periode 20-22 Januari 2026. Pada periode ini BMKG memprakirakan hujan sangat lebat hingga ekstrem dan angin kencang melanda wilayah NTT. (cha)