TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Sebagian besar wilayah NTT berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang hingga 23 Januari 2026.
Kondisi ini dipengaruhi oleh Bibit Siklon Tropis 97S, penguatan Monsun Asia, serta aktifnya gelombang ekuatorial (Rossby, Kelvin, dan MJO).
BMKG menyebut Bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di sekitar pesisir utara Australia.
Bibit Siklon Tropis 97S memiliki peluang Rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan.
Baca juga: 4 Hari Tidak Melaut Akibat Cuaca Ekstrem, Nelayan di Mauloo, Sikka Sulit Nafkahi Keluarga
Dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 97S yakni hujan sedang - lebat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di Nusa Tenggara Timur.
Gelombang 1.25–2.5 meter di Laut Banda, Laut Flores, Perairan Kep. Kei hingga Kep. Aru, Perairan Kep. Babar & Kep. Tanimbar, serta Laut Arafuru bagian utara.
Gelombang 2.5–4.0 meter di perairan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, dan Laut Arafuru bagian barat, tengah dan timur.
Baca juga: BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Selatan Indonesia hingga 26 Januari 2026
BMKG memperingatkan masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat di dataran tinggi untuk waspada, khususnya terhadap potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, serta banjir lahar hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki.