TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Foto-foto Bupati Pati Sudewo yang kini telah digelandang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Nomor Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa siang (20/1/2026).
Kasus yang menjerat Sudewo adalah pengisian jabatan perangkat desa. Untuk kerugian negara masih belum diungkap.
Ia tiba di gedung antirasuah pukul 10.35 WIB.
Sebelumnya, ia berangkat dari Semarang menggunakan pesawat pukul 7.40 WIB.
Sudewo diterbangkan ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus, Jawa Tengah pada Senin malam (19/1).
Pemeriksaan berlangsung hampir seharian penuh dalam penjeagaan yang ketat.
Baca juga: OTT KPK Bupati Pati Sudewo: 2 Camat, 3 Kepala Desa Ikut Ditangkap, Barang Bukti Miliaran
Baca juga: Kepala Dispermades Pati Ikut Diperiksa KPK Terkait Pengisian Perangkat Desa, Dibuat Terheran-heran
Saat turun dari mobil kijang Innova, Sudewo hanya mengenakan sandal, celana jeans biru dongker, kaos polo putih ditutup jaket bomber hitam, dengan tangan kiri memegang topi hitam bermerek Alo.
Sudewo tidak berujar sepatah kata pun saat digelandang masuk menuju lobi hingga naik ke lantai 2 gedung antirasuah.
Sesekali ia hanya memperlihatkan gestur tangan namaste.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati Pati, Sudewo.
Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim komisi antirasuah terhadap politikus Partai Gerindra tersebut berkaitan dengan praktik suap pengisian jabatan perangkat desa.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa transaksi suap tersebut diduga melibatkan sejumlah pihak demi menduduki posisi strategis di struktur pemerintahan desa.
"(Dugaan suap) terkait pengisian kaur (kepala urusan), kasi (kepala seksi), ataupun sekdes (sekretaris desa)," kata Budi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Budi Prasetyo juga mengungkapkan, camat hingga kepala desa menjadi pihak turut ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
“Satu bupati, dua camat, tiga kepala desa, serta dua calon perangkat desa,” kata Budi saat ditemui di Gedung KPK, Merah Putih, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dalam operasi senyap tersebut, penyidik KPK menyita barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang rupiah.
“Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah senilai miliaran rupiah,” jelas dia.
Kendati demikian, Budi belum mengungkap jumlah uang yang penyidik sita.
KPK akan menyampaikan secara detail konstruksi perkara dalam jumpa pers yang direncanakan pada Selasa (20/1/2025) sore.
Dalam operasi senyap itu, penyidik KPK menangkap Bupati Pati Sudewo.
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Budi mengungkapkan bahwa kasus yang menjerat Bupati Pati Sudewo terkait pengisian jabatan.
Sebelum terkena OTT KPK, Sudewo meninjau korban banjir di sejumlah lokasi di Pati.
Saat itu ia datang bersama Istri.
Sudewo mencoba menghibur para korban banjir dengan menggelar sejumlah kegiatan.
(*)