TRIBUNTRENDS.COM - Jenazah perempuan ditemukan lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada 20 Januar 2025.
Korban mengenakan seragam hitam dan ditemukan dalam kondisi kaku di tengah cuaca dingin pegunungan.
Penemuan ini menjadi korban kedua dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1/2025).
Baca juga: Video Call Hariadi Korban Pesawat ATR, Komunikasi Terakhir dengan Istri, 5 Tahun jadi Awak Kabin
Korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA oleh Saipul Malik, anggota Tim Arai Sulsel, yang saat itu tengah melakukan penyisiran di sekitar lokasi puing pesawat.
Proses pencarian dilakukan dalam kondisi medan yang sulit, jalur licin, hujan deras, serta jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal.
Dikutip dari TribunBogor.com, Saipul menyebut, lokasi penemuan berada sekitar 100 meter sebelum titik kepala pesawat.
Ia bergerak perlahan menuruni lereng saat melihat tanda-tanda mencurigakan berupa pohon patah dan bebatuan yang pecah.
“Saya lihat seperti ada sesuatu yang jatuh dari atas, dari situ saya memperlebar penyisiran ke sisi kanan,” ujar Saipul, Selasa (20/1/2025).
Firasat Saipul terbukti, di sebuah jurang, ia menemukan tubuh korban dalam posisi tengkurap, tersangkut di antara batang pohon.
Dari kejauhan, jasad terlihat terbujur kaku dan tertahan vegetasi lereng.
Ia tidak langsung mendekat dan memilih menunggu personel SAR lainnya.
Baca juga: Pesawat Meledak, Jasad Florencia Nyangkut di Pohon, Kondisi Kaki Kanan Patah: Baju Masih Uniform ATR
Saat dilakukan pemeriksaan bersama, dipastikan korban berjenis kelamin perempuan dan nametag masih terpasang jelas di pakaian korban dan tidak mengalami kerusakan.
“Nametag-nya masih ada dan terbaca. Seingat saya tertulis Florencia,” ungkap Saipul.
Nama Florencia yang tertera di nametag mengarah pada Florencia Lolita, yang diketahui merupakan salah satu pramugari dalam penerbangan tersebut.
Meski demikian, Saipul menegaskan bahwa identitas korban belum bisa dipastikan secara resmi.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun pesawat sempat meledak, kondisi jasad korban relatif utuh.
Pakaian, sepatu, hingga seragam masih melekat di tubuh korban.
Baca juga: Ditemukan Jenazah Wanita Korban Pesawat ATR 42-500, Nametag Florencia Masih Terpasang di Seragam
Saat ditemukan, korban mengenakan seragam ATR 42-500 berwarna hitam, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kets hitam.
Namun, posisi jatuh dari ketinggian membuat kondisi korban tergolong tragis.
“Posisinya tengkurap dan kaki kanannya patah,” kata Saipul.
Jasad korban kemudian ditutup menggunakan plastik sambil menunggu kantong jenazah.
Setelah dimasukkan ke kantong mayat, korban dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan tali menuju jalur utama pendakian.
Cuaca buruk dan kabut tebal membuat penggunaan helikopter tidak memungkinkan.
Untuk sementara, jenazah diamankan dengan digantung di pohon di jalur evakuasi sambil menunggu proses lanjutan keesokan harinya.
Tim SAR memastikan evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel mengingat medan Gunung Bulusaraung yang curam dan berbahaya.
(TribunTrends.com/Talitha)