TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Badung saat ini resmi dijabat AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H. Mantan Kapolres Karangasem itu pun menggantikan AKBP M. Arif Batubara.
Selaku pejabat utama di Polres Badung, pihaknya mengaku siap untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Badung.
Ke depan yang menjadi atensi utamanya yakni Warga Negara Asing yang kerap berulah di wilayah Hukum Polres Badung.
Baca juga: TURUN Dari Rp51 Miliar, Kini Badung Hanya Dapat Dana Desa Rp16 Miliar, Itu Pun Difokuskan Ke KDMP!
Mengingat Badung merupakan wilayah kunjungan wisatawan mancanegara.
Hal itu pun diungkapkannya di sela-sela kegiatan silaturahmi dengan awak media pada Selasa 20 Januari 2026.
"WNA tetap menjadi atensi kami. Mengingat Badung menjadi daerah tujuan wisatawan," ujarnya.
Baca juga: EVAKUASI Kru Kapal LC Astrolabe di Perairan Selat Badung karena Masalah Kesehatan, Ini Kata Tim SAR!
Ke depan pihaknya juga akan menunjukan peran aktif Polres Badung dalam upaya penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan di Gumi Keris bersama jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Badung.
Terkait dengan Wisatawan yang kerap berulah, pihaknya mengaku akan mengambil tindakan tegas.
"Misalnya di lalulintas, kita akan berikan teguran dan juga hukuman berupa tilang. Namun untuk saat ini belum diberlakukan," bebernya.
Baca juga: Satpol PP Badung Bali Intensif Bersihkan Reklame Kedaluwarsa, Total Turunkan 95 Baliho & 514 Banner
Pendataan WNA juga dilakukan yang masuk Badung. Bahkan saat ini tercatat sudah ada 100 ribu lebih wisatawan yang datang ke Badung.
Kendati demikian pihaknya berharap aperan serta masyarakat dalam melakukan pemantauan.
"Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu memantau situasi masing-masing. Bahkan jika ada yang mencurigakan bisa melaporkan ke Polres atau Polsek terdekat," ucapnya.
Baca juga: Bupati Badung Bali Terima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2025: Motivasi Bagi Pemerintah
Disinggung mengenai pengalihan arus lalulintas di Kerobokan yang menuai penolakan sejumlah warga banjar.
Pihaknya mengaku memang dilema karena menimbulkan pro dan kontra. Namun semua itu sudah dikaji dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar.
"Selain itu kasatlantas kami juga selalu berkoordinasi dan pemerintah daerah. Bahkan jika terus diberlakukan pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar terdapat solusi terkait keluhan warga yang dinilai membuhuh UMKM yang ada," imbuhnya. (*)