Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustofa meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar segera tangani tanggul jebol di Sungai Citarum di Kampung Bendungan, RT 03/05, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Hal itu disampaikan Saan usai meninjau banjir di Kampung Gempol Anjun, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Karawang pada Selasa (20/1/2026).
Saan menuturkan telah mendapatkan informasi adanya tanggul jebol di Muaragembong tersebut.
Dirinya juga langsung berkoordinasi dengan BBWS maupun pemerintah setempat untuk penanganan.
"Memang harus ada penanganan jangka panjang untuk daerah Sungai Citarum," kata Saan.
Penanganannya, kata Saan, mulai dari normalisasi Sungai Citarum. Penataan bantaran sungai dengan membongjar bangunan liar, penghijauan bantaran sungai hingga pemasangan tanggul permanen.
"Ini menjadi kami untuk mendorong pemerintah pusat melakukan penanganan secara komprehensif," kata Saan.
Tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, RT 03/05, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi alami jebol pada Senin (19/1/2026) malam.
Jebolnya tanggul menyebabkan air sungai meluap menyebabkan akses jalan terputus dan merendam permukiman warga.
Salah seorang warga, Satibi (45) mengatakan, peristiwa tanggul jebol itu terjadi sekitar pukul 23.50 WIB.
Tanggul jebol setelah debit Sungai Citarum meningkat signifikan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Tekanan air yang tinggi membuat tanggul tak lagi mampu menahan aliran sungai hingga akhirnya runtuh.
Tak lama setelah tanggul jebol, air langsung mengalir deras ke kawasan permukiman.
“Tanahnya masih gembur. Begitu air naik, langsung terkikis dan air cepat mengalir ke kampung,” kata Satibi, Selasa (20/1/2026).
Sejumlah titik permukiman warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.
Akibat tanggul jebol itu juga merendam rumah warga dan memutus akses jalan utama desa.
"Semalam langsung ditangani pakao karung isi tanah sama pasir seadanya aja," katanya.
Firman warga lainnya menyebutkan kejadian tanggul jebol di lokasi serupa sudah dua kali.
Sebelumnya tanggul jebol terjadi pada tahun 2020 di desa yang sama.
"Sekarang beda titik sama tahun 2020, tapi masih satu desa," katanya.
Dia menyebut, proses perbaikan tanggul jebol pada tahun 2020 juga dilakukan hanya sementara, tidak secara permanen.
Untuk itu, ia berharap penanganan tanggul jebol sekarang ini harus dilakukan permanen.
Dia juga meminta pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh tanggul sepanjang Sungai Citarum, khususnya di wilayah Muaragembong.
"Ya begini susah juga, waktu itu aja sementara diatasinya. Harus ditangani menyeluruh di sepanjang Citarum," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dody Supriyadi menyatakan petugas telah datang dan masih melakukan penanganan di lokasi dengan membuat tanggul darurat.
Menurut dia, tanggul Sungai Citarum yang jebol memiliki panjang sekitar enam meter.
“Wilayah terdampak berada di Desa Pantai Bakti," katanya.
Untuk jumlah rumah terdampak, kata Dodi, pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan. Namun, diperkirakan mencapai ratusan.
"Ya ratusan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter,” katanya. (MAZ)