BANJARMASINPOST.CO.ID - Manchester City telah mengkonfirmasi kepergian dua pemain sekaligus menjelang dua minggu terakhir jendela transfer Januari.
Kedua pemain itu Claudio Echeverri dan pemain muda Jadel Katongo saat tim asuhan Pep Guardiola akan mendatangkan bintang Antoine Semenyo dan Crystal Palace, Marc Guehi.
Satu Cityzen fans Man City dan juga mantan pemain Barito Putera Adi Siswanto menilai langkah ini sangat matang dan berani.
"Bagi Cityzens, Echeverri itu pemain muda yang bertalentatapi Guehi dan Semenyo itu pemain yang bikin tenang," kata pemain berposisis ebagai bek tengah ini.
Baca juga: Rumor Mengguncar Man City, Pep Guardiola Bisa Mengundurkan Diri Setelah Penggantinya Diumumkan
Menurut Adi, Guardiola sekarang tidak sedang mengoleksi bakat, dia mengoleksi solusi. Guehi adalah tipe bek yang mungkin tidak viral, tapi sangat dibutuhkan saat City tidak dominan.
Sedangkan Semenyo adalah sayap serang yang membuat bek Liga inggris kelelahan secara fisik saat mengejarnya, bukan hanya mental.
Ini tanda City siap menghadapi liga yang semakin keras dan transisi yang semakin brutal.
Sebagai penggemar berat Man City, Adi mengaku ada rasa sayang melepas bakat muda. Tapi sebagai mantan pemain, dia paham satu hal di level elite, potensi tanpa menit hanyalah sebuah cerita.
Dilansir Manchesterworld City telah menyelesaikan kesepakatan untuk mendatangkan Antoine Semenyo dari AFC Bournemouth, sementara kesepakatan juga telah tercapai untuk ke klub tersebut.
Namun, bukan hanya kedatangan pemain baru, setelah dikonfirmasi bahwa dua pemain telah meninggalkan klub selama akhir pekan. Claudio Echeverri bergabung dengan Girona dengan status pinjaman untuk paruh kedua musim 2025/26 setelah ia kembali dari masa pinjaman yang buruk bersama Bayer Leverkusen di mana ia hanya sekali menjadi starter di liga.
Kesepakatan lainnya melibatkan pemain muda Jadel Katongo yang menyelesaikan transfer penuh ke klub Turki Kayserispor dalam upayanya untuk membangun namanya di dunia sepak bola profesional.
Bek berusia 21 tahun itu menandatangani kontrak awal dua setengah tahun setelah transfernya diselesaikan pada akhir pekan lalu. Sebelumnya, ia pernah dua kali dipinjamkan ke Peterborough United.
Baca juga: Bos Man City Pep Guardiola Berhasil luluhkan Hati Ibu dari Target Transfer Man Utd, Alex Scott
1) Marc Guehi vs Manuel Akanji (Benchmark Internal City)
Analisis Statistik Komparatif (Musim 2025/26)
Menit Bermain
Guehi adalah bek inti Crystal Palace, menitnya tinggi dan konsisten sebagai pemimpin lini belakang. Akanji juga reguler di City, tetapi sering diputar antara CB dan RB tergantung kebutuhan taktik.
Gol / Assist
Keduanya bukan sumber gol. Guehi unggul dalam ancaman bola mati, Akanji sedikit lebih aktif dalam progresi bola sebelum sepertiga akhir.
Akurasi Umpan
Akanji unggul tipis karena terbiasa dalam sistem Guardiola yang menuntut sirkulasi cepat dan aman. Guehi akurasinya solid, tetapi lebih direct dan minim risiko.
Duel & Tackle
Guehi menonjol dalam duel darat dan udara. Dia lebih “bek Inggris klasik modern”: keras, timing bagus, jarang panik. Akanji lebih unggul dalam recovery pace dan cover ruang lebar.
Konteks:
Guehi datang bukan untuk jadi bek estetis, tapi bek stabilisator saat City kehilangan kontrol.
Atribut Teknis & Gaya Main
Marc Guehi
Bek kanan/kiri tengah yang kuat membaca permainan, vokal, dan nyaman bertahan rendah. Cocok untuk laga-laga City yang dipaksa bertahan lebih dalam oleh tim elite Eropa.
Manuel Akanji
Bek hybrid: bisa inverted full-back, bisa CB. Lebih taktis, lebih fleksibel, tapi bukan pemimpin alami garis terakhir.
Kelebihan & Kelemahan Tersembunyi
(+) Guehi
Pemimpin lini belakang, kuat duel, konsisten
(-) Guehi
Tidak seprogresif bek City lainnya
(+) Akanji
Fleksibel posisi, cepat, taktis
(-) Akanji
Bukan dominan duel udara murni
2) Antoine Semenyo vs Jeremy Doku (Benchmark Internal City)
Analisis Statistik Komparatif (Musim 2025/26)
Menit Bermain
Semenyo adalah starter reguler di Bournemouth, memainkan peran sayap kanan/kiri dengan tanggung jawab besar. Doku di City sering jadi impact player karena rotasi dan manajemen menit.
Gol / Assist
Semenyo lebih konsisten secara output musim ini karena volume menit. Doku lebih eksplosif, tapi kontribusinya sering datang dalam burst, bukan kontinuitas.
Akurasi Umpan
Doku unggul dalam progresi dribel, tetapi akurasi umpan akhir naik-turun. Semenyo lebih sederhana dan efisien.
Duel & Tackle
Semenyo sangat kuat secara fisik, berani duel, dan aktif membantu pressing. Doku mengandalkan kelincahan, bukan kontak fisik.
Konteks:
Semenyo bukan winger “seni”, tapi winger Premier League ready.
Atribut Teknis & Gaya Main
Antoine Semenyo
Winger direct, agresif, kuat badan, cocok untuk transisi cepat dan pressing tinggi. Sangat cocok untuk laga fisik vs tim low block.
Jeremy Doku
Dribbler murni, pemecah kebuntuan. Sangat efektif di ruang terbuka, tapi butuh sistem yang sabar menopangnya.
Kelebihan & Kelemahan Tersembunyi (Listicle)
(+) Semenyo
Fisik kuat, duel menang, kerja defensif tinggi
(-) Semenyo
Kurang improvisasi di ruang sempit
(+) Doku
Dribel elite, chaos creator
(-) Doku
Konsistensi end product
3) Konteks Echeverri & Katongo (Kenapa Dilepas)
Claudio Echeverri
Bakat murni, teknik tinggi, tetapi belum siap fisik dan tempo Premier League. City sulit memberinya menit.
Jadel Katongo
Proyek jangka panjang. Potensinya besar, tapi jalur menuju tim utama City terlalu padat.
Makna strategis:
City menukar potensi masa depan dengan kepastian sekarang.
Kesimpulan Manchester City lepas dua wonderkid demi fisik, duel, dan kepastian Liga inggris
(Banjarmasinpost.co.id)