Isyarat Abu Kamara Hengkang dari PSM Makassar, hanya Cetak 3 Gol dari 13 Laga
January 20, 2026 05:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Striker Abu Razard Kamara semakin mendekati pintu keluar PSM Makassar.

Pasalnya,striker asal Liberia itu tak pernah terlihat di sesi latihan PSM Makassar.

Terakhir, ia memperkuat PSM Makassar pada pekan 16 Super League 2025/2026 ketika bersua dengan Borneo Samarinda FC, Sabtu (3/1/2026).

Setelah itu, Abu Kamara absen di latihan PSM Makassar di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin (19/1/2026).

Indikasi ini menguatkan kepergian Abu Kamara di jendela bursa transfer paruh musim.

Apalagi, sumbangsih diberikan penyerang nomor punggung 77 itu untuk PSM Makassar terbilang kurang.

Baca juga: Lawan PSM Makassar Berbenah! Persib Incar eks Pemain Real Madrid Usai Gagal Dapatkan Kiper Timnas

Abu Kamara hanya mengemas tiga gol dari 13 penampilan. Gol dilesakkan ke gawang Semen Padang, Persija Jakarta dan Dewa United.

Sudah enam laga, Abu Kamara alami paceklik gol.

Mantan pemain Al-Seeb ini juga kalah saing dalam perebutan posisi utama di ujung tombak serangan.

Penyerang asal Brasil Alex Tanque lebih diberi kesempatan bermain dari Abu Kamara.

Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin mengaku pihaknya sementara mengevaluasi tim.

Keputusan akan diambil setelah evaluasi rampung.

“Kita proses evaluasi tim, bukan hanya Abu. Kita sudah bicara bersama, akhirnya nanti ketika semua beres, akan kita sampaikan,” katanya saat ditemui usai latihan PSM Makassar di Stadion Kalegowa, Senin (19/1/2026).

Ditanya peluang hengkang Abu Kamara lantaran tak pernah hadir latihan, pria akrab disapa Fajrin kembali menyampaikan, masih evaluasi.

“Proses evaluasi sedang berjalan,” ucapnya.

Menteri Luar Negeri Red Gank Muhammad Al Fajri meminta pemain yang tak masuk taktik dan tidak bermain dengan hati untuk PSM Makassar lebih baik dilepas.

“Jika tidak dalam skema coach Tomas Trucha dan memang sudah tidak dengan hati,jangan pikir-pikir, silakan lepas,” tegasnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (20/1/2026).

Namun, ia mengingatkan ketika pemain keluar, harus ada pengganti yang kualitas dari pemain sebelumnya.

“Kita harus cepat move on dan cari pengganti yang lebih baik lagi,” ucap Fajri.

Pengamat Sepak Bola Toni Ho menilai PSM Makassar membutuhkan striker pembunuh di depan gawang.

Sebab, tugas utama striker itu mencetak gol.

Seorang bomber harus menyarangkan bola dengan memanfaatkan peluang sekecil apapun dimiliki.

Jika hanya melepas dua-tiga tembakan ke gawang selama 90 menit, itu pun tak ada mengarahkan ke gawang, pemain tersebut tak boleh disebut sebagai striker.

“Kita butuh striker. Kalau tidak cetak bola, tidak berkelas, apa bedanya dengan bek? Striker di depan harus cetak bola,” katanya. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.