TRIBUNTRENDS.COM - Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga pramugari Esther Aprilita Siburian.
Esther dilaporkan menjadi salah satu penumpang dalam penerbangan naas tersebut.
Di rumah keluarga di Caringin, Kabupaten Bogor terus menanti kabar terbaru sambil memanjatkan doa, berharap adanya mukjizat.
Baca juga: Video Deden Maulana Sebelum Pesawat ATR Jatuh, Duduk Dekat Pilot, Minta Doa, Kakak: Akankah Terulang
Paman Esther, Arya, mengungkapkan bahwa dirinya berada di Jakarta saat pertama kali menerima kabar pesawat mengalami hilang kontak.
Informasi tersebut diterima ayah Esther dari pihak maskapai, lalu langsung diteruskan kepada keluarga.
“Aku di Jakarta, bapaknya telepon, bilang pesawat lost contact, dapat informasi dari penerbangan itu, makanya aku langsung ke Bogor,” ujar Arya saat ditemui, Senin (20/1/2026).
Setelah kabar itu diterima, keluarga di Jakarta segera berkumpul di rumah orang tua Esther untuk saling menguatkan.
Baca juga: Pesawat Meledak, Jasad Florencia Nyangkut di Pohon, Kondisi Kaki Kanan Patah: Baju Masih Uniform ATR
Arya mengaku tidak menyangka musibah ini menimpa keponakannya.
Ia mengenang, keluarga besar baru saja berkumpul bersama Esther beberapa waktu lalu, tepatnya saat malam pergantian tahun.
“Masih kaget, kemarin baru kumpul di sini ramai-ramai malam tahun baru, tanggal 1 Januari 2026,” katanya.
Kebersamaan itu kini menjadi kenangan yang terus terlintas di benak keluarga.
Menurut Arya, kedua orang tua Esther menjadi pihak yang paling terpukul atas peristiwa ini.
Sang ayah diketahui sangat dekat dengan Esther yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Adik kedua Esther telah bekerja, sementara adik bungsunya masih duduk di bangku SMA.
“Esther itu baik orangnya. Makanya bapaknya nangis terus sejak ada kabar pesawat lost contact,” tutur Arya.
Baca juga: Terwujud dengan Cara Tragis, Mimpi Esther Pramugari Pesawat ATR, Akun TikTok Rame, Teman: Ayo Pulang
Setelah menerima kabar tersebut, ayah Esther langsung bertolak ke Makassar untuk mengikuti perkembangan pencarian.
Ia didampingi oleh anak keduanya agar tetap kuat menghadapi situasi berat ini.
“Bapaknya ke Makassar didampingi adiknya si April, supaya bapaknya kuat,” ujar Arya.
Beberapa di antaranya juga sibuk melakukan panggilan telepon untuk mencari informasi terbaru.
“Kita enggak tahu. Kalau Tuhan izinkan dia selamat, alhamdulillah, puji Tuhan. Mudah-mudahan ada mukjizat,” ungkap Arya penuh harap.
(TribunTrends.com/Talitha)