Wisata Jeglongan 1000, Sindiran Pedas Warga Rancamaya Banyumas
January 20, 2026 06:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Sebuah spanduk bernada satir terpasang mencolok di tepi jalan Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (20/1/2026).

Spanduk tersebut bertuliskan "Wisata Jeglongan 1000".

Dalam bahasa Jawa, jeglongan berarti lubang.

Baca juga: Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Bupati Banyumas Tegaskan Janji Tiada Hari Tanpa Perbaikan

Tulisan ini merupakan bentuk protes keras warga atas kondisi jalan penghubung Desa Rancamaya dan Desa Gunung Lurah yang rusak parah.

Jalanan yang menjadi akses vital ekonomi dan pendidikan warga itu dipenuhi lubang menganga, permukaan bergelombang, hingga genangan air layaknya kolam saat hujan turun.

Ironisnya, kondisi memprihatinkan di wilayah RT 1 RW 2 ini disebut warga sudah berlangsung selama kurang lebih lima tahun tanpa perbaikan signifikan.

Warga Desa Rancamaya, Agus Jebeng menuturkan, kerusakan jalan ini tak hanya menghambat aktivitas, tapi juga membahayakan nyawa.

"Kecelakaan sudah tak terhitung, meski skalanya ringan karena pengguna jalan tidak berani berkendara cepat. Biasanya dialami oleh pengendara dari Rancamaya yang menuju Gunung Lurah atau Sokawera," kata Agus.

Ia menegaskan, warga sudah terlalu lelah menunggu janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.

"Intinya, kami sudah lima tahun tidak nyaman dengan kondisi ini yang dibiarkan tanpa kabar kapan akan diperbaiki," tegasnya.

Hal senada disampaikan Soleman, warga Desa Gunung Lurah.

Menurutnya, segala upaya protes mulai dari musyawarah desa hingga viral di media sosial seolah tak didengar pemerintah.

"Kami berharap anggota dewan dari Dapil sini memperhatikan, juga dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, karena ini sudah dibiarkan terlalu lama," keluhnya.

Kades Sudah Bersurat 3 Kali

Kepala Desa Rancamaya, Amron membenarkan keresahan warganya.

Ia mengaku pemerintah desa tidak tinggal diam. Tercatat, sudah tiga kali surat permohonan perbaikan dilayangkan ke Pemkab Banyumas.

"Yang terakhir kemarin sebelum akhir Desember juga sudah, ke Bupati lewat Asisten, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), hingga DPRD Banyumas," jelas Amron.

Bahkan, tiga desa yakni Rancamaya, Panembangan, dan Gunung Lurah telah membuat surat pernyataan bersama.

Namun, sejauh ini yang terjadi di lapangan hanyalah pengukuran jalan berulang kali tanpa ada eksekusi fisik.

Janji DPU Banyumas

Merespons protes warga tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo angkat bicara.

Ia memastikan pihaknya telah menerima laporan dan melihat langsung kondisi kerusakan yang memang tergolong parah.

Kabar baiknya, perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam rencana kerja DPU.

"Surat sudah masuk, kerusakannya cukup parah. Perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) juga sudah ada," kata Kresnawan.

Kresnawan menjanjikan penanganan kerusakan di Desa Rancamaya akan segera dieksekusi menggunakan pos anggaran APBD Kabupaten Banyumas.

"Dari APBD, nanti akan kami tindak lanjuti untuk beberapa ruas yang kondisinya parah, seperti di Rancamaya," janjinya.

Sementara untuk ruas Karang Tengah - Gunung Lurah, DPU mengusulkan perbaikan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah agar bisa dilakukan betonisasi atau pengaspalan menyeluruh. (jti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.