Musim Panen Raya Tiba, Buah Durian di Bener Meriah Melimpah
January 20, 2026 06:54 PM

​Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG – Kabar gembira bagi para pencinta buah durian.

Memasuki awal tahun 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah mulai memasuki masa panen raya. 

Aroma khas dari buah yang dijuluki "Si Raja Hutan" ini mulai semerbak memadati lapak-lapak pedagang di sepanjang jalan lintas Nasional Takengon-Bireuen. 

Ribuan pohon durian diberbagai perkebunan warga kini tampak merunduk terbebani buah yang kian matang, menandakan musim "banjir" durian siap menyapa masyarakat maupun wisatawan yang melintas.

​Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (20/1/2026), melimpahnya pasokan durian di Bener Meriah membawa angin segar bagi kantong pembeli. 

Harga durian saat ini terpantau merosot dibandingkan musim-musim sebelumnya. 

Untuk buah ukuran kecil, warga sudah bisa menikmatinya dengan harga mulai dari Rp 10.000 per buah.

Agusnaidi atau yang akrab disapa Wakjal, salah seorang pedagang di Simpang Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, mengungkapkan bahwa harga saat ini sedang berada di titik terendah.

​Ia menjelaskan bahwa harga jual dipatok bervariasi tergantung ukuran, namun tetap sangat terjangkau. 

"Bahkan, jika pembeli datang langsung ke lokasi perkebunan, harga yang didapat bisa jauh lebih murah," ungkapnya.

Buah Durian Melimpah Dipicu Faktor Cuaca

Menurut Wakjal, kawasan Pintu Rime Gayo dan sekitarnya kini menjadi pusat transaksi utama karena dekat dengan area produksi. 

Melimpahnya panen tahun ini dipicu oleh faktor cuaca yang sangat mendukung saat proses pembungaan, sehingga buah yang dihasilkan jauh lebih lebat saat memasuki masa puncak panen.

​Sentra perkebunan durian terluas di daerah ini tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Timang Gajah, Gajah Putih, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, hingga sebagian wilayah Wih Pesam. 

Petani Sempat Hadapi Kendala Besar

Meski saat ini pasokan melimpah, sebelumnya para petani sempat menghadapi kendala besar akibat bencana hidrometeorologi.

Putusnya akses jalan dan jembatan akibat longsor sempat menyulitkan proses pengangkutan hasil panen dari daerah terisolasi seperti Kecamatan Timang Gajah hingga Syiah Utama.

​Kondisi serupa juga dialami warga di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. 

Demi menyelamatkan hasil panen, warga di sana bahkan harus bertaruh nyawa menggunakan tali sling darurat untuk menyeberangi sungai demi mengangkut durian ke pasar. 

Meskipun akses jalan utama terputus, semangat para petani tidak surut karena durian merupakan komoditas utama penyambung ekonomi keluarga di masa darurat bencana. 

Hasil panen dari tiga kampung di Kecamatan Ketol yang berbatasan langsung dengan Bener Meriah ini akhirnya tetap bisa didistribusikan melalui jalur alternatif jembatan sling menuju kawasan Gajah Putih.

Kini, seiring dengan mulai normalnya akses jalan utama, para petani kembali berhasil mengangkut hasil panen mereka untuk dipasarkan ke berbagai wilayah di luar Bener Meriah.

Dan memastikan durian-durian berkualitas tersebut sampai ke tangan konsumen dengan harga yang bersahabat. (*)

Baca juga: Update Jumlah Warga Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah Masih Mengungsi karena Bencana Alam

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Kebut Pembangunan 914 Unit Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana

Baca juga: Kabupaten Bener Meriah Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 3,0

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.