Wabup Karawang Tagih Janji Wapres Gibran Perbaiki Rumah Roboh dan WC Portabel bagi Korban Banjir
January 20, 2026 08:16 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG---- Wakil Bupati Karawang, Maslani menanti bantuan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk perbaikan rumah roboh dan WC portable bagi korban banjir.

Maslani menyampaikan, saat mengunjungi lokasi banjir di Tanjungpura, Karawang Barat pada Senin (19/1/2026) kemarin, Wapres menyampaikan bakal memberikan bantuan WC portabel untuk pengungsi. Selain itu Gibran juga janji membantu memperbaiki rumah warga yang roboh karena banjir serta kebutuhan dasar pengungsi.

"Ketersediaan logistik di BPBD Karawang seminggu kedepan aman, tinggal menunggu bantuan yang akan diberikan Pak Wapres," kata Maslani saat monitoring pendistribusian bantuan bagi korban banjir di Kantor BPBD Karawang pada Selasa (20/1/2026).

Maslani menceritakan, ia diminta oleh Wapres untuk memberikan data rumah warga yang roboh karena banjir untuk dapat diperbaikinya.

Atas hal itu, Pemkab Karawang langsung melakukan pendataan rumah-rumah warga yang roboh akibat diterjang banjir.

"Sudah kita data semuanya namun kami kesulitan komunikasi dengan istana. Sulit menghubungi Wapres atau protokolnya. Nanti saya berencana datang ke Istana menemui Pak Wapres," katanya.

Menurut Maslani kondisi banjir hingga Selasa (20/1/2026) ini mengalami penurunan dari 15 tinggal 8 kecamatan.

Hanya saja karena musim hujan masih berlangsung kemungkinan masalah banjir belum selesai hingga musim hujan berakhir.

"Alhamdulillah sudah mulai surut, para pengungsi sudah mulai balik ke kediaman masing-masing. Yang dilakukan oleh Pemda, Dinas Lingkungan Hidup bersih-bersih angkut sampah, dari Damkar bantu bersihkan semprot rumah warga," kata Maslani.

Maslani juga mengapresiasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karawang, Jawa Barat berinisiatif patungan untuk memberikan bantuan logistik kepada korban banjir di wilayahnya.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk gerakan ASN Peduli dalam mempercepat pendistribusian logistik buat warga korban banjir.

"ASN Peduli Karawang inisiatif kumpulkan dari dana pribadi masing-masing untuk bantuan beli makanan siap saji, pakaian layak pakai, dan logistik lain," kata Maslani.

Bantuan dari ASN itu dikumpulkan dahulu di kantor BPBD sebelum didistribusikan ke lokasi banjir.

"ASN Karawang rukun guyub dan kompak. Tentu dalam kondisi seperti ini butuh kerjsama semuanya," katanya. 

Gibran tinjau lokasi banjir

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Gempol Rawa RT 10 RW 03, Kelurahan Tanjung Pura, Kecamatan Karawang Barat, Senin (19/1/2026).

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh ribuan warga terdampak banjir.

Dalam kegiatan itu, Wakil Presiden meninjau langsung kondisi pemukiman warga, berdialog dengan masyarakat, serta mendengarkan berbagai keluhan terkait banjir yang kerap terjadi dan berlangsung lama di wilayah tersebut.

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk membantu penanganan banjir yang melanda Kabupaten Karawang.

Baca juga: Dampingi Kunker Wapres Gibran, Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Papua

Wapres meminta pemerintah daerah segera menyiapkan data jumlah rumah terdampak maupun roboh, serta kebutuhan para pengungsi, mulai dari logistik hingga fasilitas pendukung seperti WC portable.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Karawang, Maslani, usai mendampingi kunjungan Wapres Gibran ke Desa Gempol, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Karawang, Senin (19/1/2026) siang.

Menurut Maslani, Wapres Gibran juga menanyakan secara detail kebutuhan di lokasi pengungsian, termasuk WC portabel dan sarana penunjang lainnya yang diperlukan warga terdampak banjir.

Baca juga: Tinjau MBG di Wamena, Wapres Gibran Tegur Petugas soal Daging Terlalu Keras

Selain itu, Wapres menekankan agar pelayanan kesehatan pengungsi menjadi prioritas utama, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penyandang disabilitas. Pemerintah pusat, kata Maslani, siap memberikan dukungan penuh selama data kebutuhan disampaikan secara lengkap dan akurat.

"Akan segera kita sampaikan apa yang diminta pak Wapres," katanya.

Sementara itu, Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah terjun langsung ke lapangan memimpin pelaksanaan pelayanan pengamanan kunjungan RI 2.

Kehadiran Kapolres memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hadir.

Wakil Presiden didampingi Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Muhana, serta unsur terkait lainnya.

Salah satu warga, Lina, menyampaikan bahwa banjir di wilayah Gempol Rawa tergolong paling parah dan membutuhkan waktu lama untuk surut.

"Senang mudah-mudahan aja jadi perhatian buat penanganan kedepannya," katanya. 

Tanggul jebol diperbaiki

Tanggul jebol di Irigasi Kalimalang Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat tengah diperbaiki.

Proses perbaikannya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perum Jasa Tirta (PJT) II dengan ditargetkan rampung tiga hari.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Imam Santoso, peristiwa jebolnya tanggul  sudah ditangani dalam waktu 24 jam sejak kejadian.

Penanganan pertama ialah dengan mengurangi debit air dari Irigasi Tarum Barat selama penanganan tanggul jebol

Meski demikian, PJT II memastikan pasokan air ke Jakarta tetap aman.

"Awalnya dari Tarum Barat ini 50 meter kubik perdetik ke Jakarta. Sekarang hanya 25 meter kubik perdetik. Untuk sisanya itu dialihkan dari Bendung Cibeet dan Bendung Cikarang. Jadi tidak perlu khawatir, masih aman," kata saat di lokasi pada Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Tanggul Kalimalang Jebol Sebabkan Banjir, Bupati Aep Minta BBWS Segera Bikin Tanggul Sementara

Imam mengungkapkan, penanganan tanggul jebol masih terus dilakukan dan diupayakan bisa cepat selesai. Perbaikan sementara ditargetkan selesai dalam tiga hari agar saluran dapat kembali berfungsi normal.

Imam Santoso menambahkan, tanggul tersebut dibangun sejak tahun 1967 sehingga memerlukan pengawasan ekstra dan peremajaan secara bertahap.

“Kami rutin melakukan inspeksi dan walkthrough untuk mengecek bagian-bagian yang kritis, karena bangunan ini sudah cukup tua,” katanya.
Sementara itu, Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PU, Maksal Saputra menyampaikan bahwa pihaknya juga menyiagakan mobil PAM di lokasi sebagai antisipasi, apabila terjadi genangan kembali.

"Temen-temen dari BBWS juga menyiapkan sheet pile, PJT II menyediakan alat berat dan tenaga, kami bersama-sama," tambahnya.

Baca juga: Ratusan Rumah Warga di Telukjambe Karawang Kebanjian Akibat Tanggul Irigasi Kalimalang Jebol

Ia menerangkan bahwa penanganan permanen, akan dilakukan oleh BBWS Citarum.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan monitoring secara menyeluruh, dan mengecek tanggul-tanggul yang sudah kritis.

"Jadi kami bersama-sama, inspeksi saluran setiap saat, mana yang perlu diperbaiki. Karena memang tanggul ini sudah lama dari tahun 1967," tandasnya.

Di lokasi terdapat 3 alat berat yang sedang dioperasikan. Kemudian salah satu dusun yang terdampak, kini sudah tidak tergenang dan pihak berwenang memastikan akan segera memperbaikinya secara permanen.

Salah satu warga terdampak, Nano mengatakan, air sudah surut sekitar pukul 17.00 WIB pada hari Jum'at, (16/1/2026)

"Jam 5 jam 6 itu udah surut, alhamdulilah udah gak apa-apa," ungkapnya.

Ia berharap agar penanganan permanen segera dilakukan mencegah kejadian hal serupa.

Sebelumnya, Tanggul Irigasi Tarum Barat Kalimalang di Dusun Cisalak Utara, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang alami jebol pada Jumat (16/1/2026) pagi.

Jebolnya tanggul tersebut menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga, sekaligus memutus akses jalan di wilayah Cisalak.

Salah seorang warga Cisalak, Saehul, mengatakan bahwa sejak malam hari warga sebenarnya sudah mulai waspada karena melihat adanya lubang pada tanggul.

Warga pun melakukan ronda di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Dari malam sudah kelihatan ada lubang, makanya warga berjaga. Tapi sekitar pukul 06.00 WIB tanggul itu akhirnya jebol sekitar dua meter,” ujar Saehul saat diwawancara pada Jumat (16/1/2026).

Akibat tanggul jebol itu, membuat sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di dekat lokasi terdampak banjir.

Banyak juga memutus akses jalan, karena di bawah tanggul terdapat sipon yang merupakan saluran sekunder menuju area persawahan di seberang.

Saat tanggul jebol, aliran air dari irigasi langsung masuk ke saluran sekunder hingga memutus jalan.

“Di bawah tanggul itu ada sipon, aliran sekunder ke sawah seberang. Tanggulnya jebol, jalan terputus dan air dari irigasi masuk ke sipon,” katanya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.