Pramugari Florencia Gagal Nikahi Pilot usai Jadi Korban ATR 42-500, Pengabdiannya Sudah 14 Tahun
January 20, 2026 09:32 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Florencia Lolita salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Sulawesi Selatan. 

Florencia Lolita adalah pramugari pesawat ATR 42-500 dengan pengalaman terbang yang cukup banyak hingga 14 tahun.

Belasan tahun hidup di pesawat dan bekerja keliling Indonesia, Florencia Lolita harus berakhir tragis pada penerbangannya ke Sulawesi Selatan

Tubuh Florencia Lolita tetap utuh meskipun pesawat meledak dan jasadnya ditemukan di dalam hutan.

Hendak menikah

Nama Florencia Lolita Wibisono tercantum dalam daftar korban yang dipasang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Dalam daftar tersebut, nama Florencia Lolita tercatat berada di urutan keenam dari total sepuluh nama.

Daftar korban itu memuat nama Capt Andy Dahananto, Sic FO M Farhan Gunawan, Foo Hariadi, EOB Dwi Murdiono, FA Florencia Lolita, FA Esther Aprilia S, Mr Deden, Mr Ferry, dan Mr Yoga.

Di tengah penantian panjang, harapan keluarga Florencia masih terus dipanjatkan.

Yanti, salah satu anggota keluarga Florencia, mengungkapkan doa dan keyakinannya agar Florencia segera ditemukan.

Yanti diketahui tinggal di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

“Kami semua berdoa. Berharap mukjizat. Kami yakin harapan itu masih ada,” ujar Yanti, Senin (19/1/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa Florencia, yang akrab disapa Ollen, memiliki rencana besar dalam hidupnya.

Menurut Yanti, Florencia disebut-sebut telah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat.

“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti.

Calon pasangan Florencia diketahui berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.

Meski demikian, pihak keluarga memilih tetap menunggu informasi resmi dari tim pencarian.

“Kami tetap berharap Ollen bisa segera ditemukan,” ucap Yanti penuh harap.

Profil singkat

Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun.

‎Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.

‎Pengalaman 14 Tahun di Dunia Penerbangan, Florencia Wibisono Baru 3 Bulan Bertugas di ATR 42-50

‎Sosok Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami insiden jatuh, dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan.

Pengalaman sudah 14 tahun

Florencia atau Ollen diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport. 

‎“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos anggota keluarga Florencia.

‎‎Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

‎“Kurang lebih 14 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos.

‎Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung. 

‎Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior.

‎“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” sambungnya.

‎Hingga kini, pihak keluarga masih menantikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden pesawat tersebut.

Jasad Florencia utuh

Tanda-tanda itu membuatnya yakin ada sesuatu yang jatuh dari atas.

Naluri pencariannya mendorong Saipul memperluas area penyisiran.

Ia bergerak ke sisi kanan lereng dengan penuh kewaspadaan.

Firasatnya terbukti saat ia menemukan tubuh korban di jurang Bulusaraung.

"Saya identifikasi kemungkinan ada (mayat), saya agak nyisir ke lereng sebelah, ada di situ saya dapat (korban)," jelasnya.

Dari jarak tertentu, tubuh korban terlihat terbujur kaku dan tersangkut di sela pepohonan.

Saipul tidak langsung mendekat demi menjaga keselamatan.

Ia menunggu personel SAR lain untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman.

Saat didekati bersama tim, identitas korban mulai terlihat.

"Begitu abang dan teman-teman Basarnas dan yang lainnya datang, kita dekati, fix perempuan dan masih ada nametag," jelas dia.

"Ada, nametag-nya masih ada namanya," ucapnya, sembari menambahkan, "Seingat saya tertulis Florencia," yang diketahui sebagai pramugari dalam penerbangan tersebut.

Kondisi mengenaskan

Saipul menuturkan, meski pesawat sempat meledak, namun kondisi jasad korban masih utuh.

Bahkan pakaian hingga sepatu yang dikenakan korban masih menempel di tubuhnya.

Namun menurut Saipul, kondisi korban saat ditemukan cukup tragis setelah jatuh dari ketinggian.

Posisinya tengkurap dan tertahan pohon di lereng curam.

Meski tubuhnya utuh, namun diduga ada bagian tubuhnya yang patah.

"Posisinya tengkurap, kaki kanan patah," katanya.

Saat ditemukan, kata dia, korban masih mengenakan uniform ATR 42-500 berwarna hitam, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kets hitam.

"Bajunya masih uniform ATR," tambahnya.

Saipul kemudian menutup tubuh korban dengan kantong plastik sambil menunggu kantong jenazah.

Setelah itu, korban berjenis kelamin wanita itu dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa ke jalur utama.

Evakuasi dilakukan dengan menarik jenazah ke puncak menggunakan tali sebelum dibawa turun melalui jalur pendaikan. Medan dan kabut membuat helikopter sulit digunakan.

Korban kemudian diamankan dengan digantung di pohon sambil menunggu proses evakuasi lanjutan keesokan hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.