Dihantam Dejan FC 0-5, PSDS Deli Serdang Terjepit dan Terancam Play Off Degradasi
January 20, 2026 09:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSDS Deliserdang menelan pil pahit saat melakoni laga pekan ke-11 Liga Nusantara musim 2025/2026. Bertanding di Stadion Moch Subroto, Selasa (20/1/2026), tim berjuluk Traktor Kuning itu harus mengakui keunggulan Dejan FC dengan skor telak 0-5.

Kekalahan menyakitkan ini membuat posisi PSDS Deliserdang kian terjepit di papan bawah klasemen Grup A. Hingga pekan ke-11, PSDS baru mengoleksi 8 poin dari hasil 2 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 7 kekalahan. 

Kondisi tersebut membuat mereka rawan terperosok ke dasar klasemen sekaligus terancam masuk ke babak play off degradasi Liga Nusantara musim ini.

Ancaman semakin nyata karena pesaing terdekat mereka, Persipa Pati yang saat ini berada di peringkat kelima, telah mengoleksi 6 poin dari 1 kemenangan, 3 imbang, dan 6 kekalahan. 

Persipa Pati masih memiliki satu laga yang akan digelar malam ini menghadapi Nusantara United FC, juga di Stadion Moch Subroto.

Jika Persipa Pati mampu memenangkan pertandingan tersebut, maka PSDS Deliserdang dipastikan turun ke dasar klasemen dan peluang masuk ke babak play off degradasi semakin besar. 

Namun sebaliknya, jika Nusantara United FC keluar sebagai pemenang, peluang PSDS untuk bertahan di kasta ketiga Liga Indonesia masih terbuka lebar.

Laga terakhir PSDS Deliserdang akan menjadi penentuan nasib. Mereka dijadwalkan menghadapi Persipa Pati pada Sabtu, 24 Januari 2026. 

Pertandingan tersebut akan menjadi duel hidup-mati, mengingat tim yang finis di peringkat kelima masing-masing grup harus menjalani babak play off degradasi Liga Nusantara musim ini.

Pelatih PSDS Deliserdang, Mulyadi, mengaku sangat kecewa dengan hasil buruk yang diterima timnya saat melawan Dejan FC. Ia menilai anak asuhnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan lawan di awal pertandingan.

“Kalau pandangan saya tentu sangat kecewa dengan hasil hari ini, karena saya tidak menginginkan hasil kalah telak. Anak-anak sebenarnya mampu mengimbangi permainan sampai menit ke-30, tetapi kepemimpinan wasit juga tidak mendukung sehingga akhirnya pertandingan berjalan seperti ini,” ujar Mulyadi.

Pertandingan antara PSDS Deliserdang ini menjadi laga yang sangat berat bagi kedua tim. Pasalnya, di babak kedua laga sempat dihentikan akibat hujan deras yang menyebabkan genangan air dibeberapa titik lapangan. 

Namun Mulyadi menepis anggapan bahwa kondisi lapangan yang diguyur hujan menjadi faktor utama kekalahan timnya. Menurutnya, kesiapan pemain menjadi masalah utama.

“Kalau soal genangan air, itu bukan faktor utama. Kondisi pemain kami memang tidak siap bermain seperti yang kita inginkan. Saat hujan, anak-anak tidak siap bermain dengan kondisi tersebut,” tambahnya.

Mulyadi berharap pada laga terakhir nanti PSDS Deliserdang bisa tampil maksimal demi menghindari babak play off degradasi.

“Saya berharap di pertandingan terakhir anak-anak bisa bermain lebih bagus lagi untuk mempertahankan PSDS di Liga 3. Saat ini saya belum memikirkan play off, saya fokus ke pertandingan terakhir karena itu sangat menentukan langkah PSDS, apakah bisa bertahan atau masuk play off,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kerja keras, kekompakan, dan semangat juang para pemain demi meraih hasil terbaik.

“Saya berharap anak-anak bisa memaksimalkan pertandingan terakhir, berjuang lebih keras, lebih kompak, dan saling mendukung. Hanya dengan kerja keras dan kebersamaan, insya Allah kita bisa mendapatkan poin,” pungkas Mulyadi.

 

(cr29/tribun-medan.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.