SRIPOKU.COM - Kabar terbaru dari Agus Saputra, guru Bahasa Inggris di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Usai melaporkan siswa yang mengeroyok dirinya, Agus juga melaporkan kepala sekolah dan sejumlah guru lain di tempat ia mengajar.
Agus kecewa karena selama kasus ini berlangsung sama sekali tidak ada dukungan dari kepala sekolah dan ekan-rekan sesama guru.
Ia merasa, kepala sekolah dan rekannya sesama guru bersikap pasif selama konflik berlangsung.
Baca juga: Guru Agus yang Dikeroyok Siswa Hilang tak lagi di Sekolah, 2 Kali Mediasi Gagal Proses Hukum Jalan
Ia menyebut pihak sekolah melakukan pembiaran sehingga kasus ini berlarut-larut.
"Karena saya menuntut keadilan di sini, sudah dibicirakan secara musyawarah, namun mereka membiarkan hal ini berlanjut," ungkapnya, mengutip Tribunnews.com Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, pihak sekolah sudah mengetahui soal perundungan yang dialaminya oleh siswa selama ini.
Sebelumnya, Agus mengaku mendapat perundungan dari para siswa di sekolah tersebut selama bertahun-tahun.
Agus menduga sikap bungkam kepala sekolah dan rekannya itu karena alasan keamanan.
"(Pihak sekolah sudah tahu perundungan berlangsung lama) tapi mereka memang membungkam karena topologi atau geografis penduduk, mereka tinggal di sana," jelasnya.
Ia merasa menjadi satu-satunya guru yang bersikap kritis dan vokal dalam membentuk karakter siswa.
Hal itu justru membuatnya dianggap sebagai beban atau ancaman bagi ketenangan semu di lingkungan tersebut.
"Mereka menjaga mulut dan telinga mereka agar tidak terlalu seperti saya, saya satu-satunya orang yang di sana, terlalu vokal mungkin dianggap atau terlalu kritis membentuk karakter mereka menjadi lebih baik, sehingga mereka merasa ini tidak perlu."
"Namun kenyataannya di lapangan mereka membiarkan ini berlarut-larut," tandasnya.
Lebih jauh, Agus mengungkap adanya intimidasi yang membuat para guru menutupi perilaku siswanya.
Padahal, menurut Agus, sebenarnya banyak guru yang juga mengalami hal serupa, tetapi mereka memilih diam.
"Mereka mengatakan hanya saya yang mendapatkan perlakuan buruk dari anak, tapi semua guru yang pernah mengajar itu mendapatkan perlakuan buruk."
"Tapi mereka menutupi, itu yang saya sesalkan mengapa menutupi perlakuan anak dari tahun ke tahun," tandasnya.
Pembiaran itu yang menurut Agus menjadikan para siswa berani mengeroyoknya.
Baca juga: Polisikan Kepala Sekolah, Agus Cari Keadilan Usai Dikeroyok Siswa, Tabiat Guru di Sekolah Dibongkar
Agus Saputra, untuk sementara waktu tidak menjalankan aktivitas mengajar.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Provinsi Jambi, Ilham Khalik, mengatakan Agus Saputra sudah tidak mengajar sejak Rabu (14/1/2026).
“Karena memang kita memaklumi. Ini trauma, sakit. Kita juga manusiawi,” ujar Ilham saat dihubungi, Senin (19/1/2026).
Ilham menjelaskan, hingga saat ini Agus belum mengajukan cuti secara resmi.
Namun, pihak Disdik telah menyarankan agar yang bersangkutan mengajukan cuti sesuai ketentuan jika masih mengalami trauma atau gangguan kesehatan.
“Kami sarankan kalau masih sakit atau trauma, silakan ajukan cuti sesuai aturan. Tergantung berapa hari nanti dia ajukan,” jelasnya.
Terkait keberadaan Agus, Ilham memastikan guru tersebut masih berada di Jambi.
Disdik Provinsi Jambi juga berencana melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan Agus pada Selasa atau Rabu (21/1/2026) terkait insiden yang viral tersebut.
“Besok itu kami minta keterangan, hari Selasa atau Rabu,” katanya.