Merawat Budaya Lewat Kain Gambo, Perjalanan Sandy Surya Kenalkan Kain Gambo ke Kanca Nasional
January 20, 2026 09:27 PM

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Lahir di daerah penghasil getah gambir membuat pria asal Desa Toman ini akrab dengan tanaman lokal sejak kecil, itulah yang mengawali perjalanan Sandy Surya, S.Pd, dalam mengembangkan kain tradisional berbasis pewarna alam melalui Galeri Surya Gambo.

Sandy yang lahir pada 30 Maret 1997 tumbuh di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ini membuatnya terbiasa dengan tanaman gambir. 

Lingkungan desa membentuknya menjadi pribadi yang mandiri dan peduli terhadap warisan budaya.

Tanaman gambir yang selama ini dikenal sebagai komoditas lokal, justru menginspirasi Sandy untuk melihat peluang baru di bidang pelestarian kain tradisional.

"Motivasi saya adalah menjaga budaya lokal agar tidak punah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa,"ujar Sandy kepada Sripoku.com, Selasa (20/1/2026).

Akibat kecintaanya tersebut ia mendirikan Galeri Surya Gambo yang berdiri pada 1 Januari 2022 di Desa Toman. 

"Awalnya hanya tiga orang yang terlibat, dengan tujuan sederhana mengembangkan kain gambo berbasis pewarna alam. Alhamdulillah, usaha tersebut telah melibatkan sekitar 25 masyarakat setempat dan membuka peluang pekerjaan,"ungkap Sandy yang merupakan anak pasangan dari Sinarya dan Syamsul Rizal ini.

Menurut Sandy, kain gambo memiliki keunikan tersendiri yang menjadikan ciri khas kain jumputan dari Bumi Serasan Sekate.

 Bukan dari perwarna textil, melainkan dari getah gambir yang memiliki warna alami.

"Pewarna alamnya ramah lingkungan, motifnya khas, dan warnanya tidak bisa disamakan dengan pewarna sintetis,"jelasnya.

Proses produksi dimulai dari pengolahan getah gambir, pembuatan motif jumputan, pencelupan, hingga penguncian warna. Limbah pewarna pun diolah kembali menjadi pupuk.

"Produksi pewarna alam butuh ketelatenan dan waktu panjang. Edukasi pasar juga menjadi tantangan,"ujarnya. 

Namun, keterlibatan masyarakat desa menjadi kekuatan utama Galeri Surya Gambo, mulai dari produksi hingga eduwisata.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sandy meraih Juara 2 Pemuda Pelopor Desa Tahun 2025 Bidang Kewirausahaan tingkat nasional, Juara 1 IKM Award Provinsi Sumatera Selatan, serta Anugerah Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin. 

"Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tapi untuk masyarakat Desa Toman yang terus melestarikan kain gambo," katanya.

Ke depan, suami dari Kamelia Apriza berencana memperluas pasar nasional dan internasional, mengembangkan produk turunan, serta memperkuat sektor eduwisata dan edukasi. 

"Potensi desa sangat besar jika digarap dengan sungguh-sungguh. Saya juga berpesan kepada pemuda-pemudi, potensi desa sangat besar jika digarap dengan sungguh-sungguh, jangan ragu untuk bermimpi dan memulai, mulailah dari apa yang ada disekitar kita,"tutupnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.