SRIPOKU. COM, BANYUASIN - Pembangunan pabrik bioavtur yang berbahan baku kelapa di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (20/1/2026) resmi dilaksanakan.
Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, Bupati Banyuasin Dr H Askolani, bersama kementerian investasi dan investor dari jepang bersama-sama komitmen untuk membesarkan pabrik bioavtur yang berada di Kabupaten Banyuasin.
Bupati Banyuasin Dr H Askolani mengungkapkan, dengan dibangunnya pabrik bioavtur yang berasal dari Jepang menjadi angin segar bagi Kabupaten Banyuasin untuk bisa dikenal dunia.
Terlebih, Banyuasin mempunyai banyak potensi termasuk bahan baku yang dibutuhkan seperti untuk bahan baku bioavtur dari kelapa.
"Nantinya, akan dibutuhkan 1 juta butir per hari untuk dijadikan bioavtur. Dari sini, dibutuhkan juga sebanyak 500 orang pekerja. Nantinya, untuk pekerja kami meminta memberdayakan masyatakat lokal," kata Askolani.
Selain pengolahan kelapa untuk bahan baku bioavtur, di sini juga nantinya akan dibangun pengolahan kelapa terpadu yang berbahan kelapa. Dari pabrik pengolahan kelapa, juga akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Banyuasin.
"Untuk area kerja 3 hektare, untuk luas pabrik 9.500 meter persegi. Sedangkan untuk produksi targetnya 30.000 ton per tahun atau 100 ton per hari. Nantinya ditarget operasional April 2027 dan bisa menciptakan lapangan kerja baru," pungkas Askolani.
Sedangkan menurut Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, adanya pabrik bioavtur yang sedang didirikan ini menjadi sejarah bagi Sumsel dan Banyuasin.
"Akan ada ekosistem yang terbangun kembali yakni kelapa. Karena kelapa semuanya terguna dan selama ini tidak ada inovasi yang dilakukan selain dibuat santan. Alternatif lain, selama ini ekspor kelapa tetapi dalam bentuk gelondongan," kata Herman Deru.
Deru mengungkapkan terima kasih kepada investor sudah mempercayakan Sumsel terutama Banyuasin, untuk mendirikan pabrik bioavtur. Karena, banyak wilayah di Indonesia yang juga menjadi penghasil kelapa, akan tetapi Sumsel dan Banyuasin menjadi pilihan untuk mendirikan pabrik bioavtur.
Lanjut Deru, bagi para investor silahkan berinvestasi di Sumsel, tetapi kepada investor hanya boleh untuk membawa tenaga ahli dari luar. Untuk pekerja, harus berdayakan orang-orang lokal.
"Banyuasin dan Sumsel akan menjadi perhatian dunia. Selain ada pabrik bioavtur yang ke depannya menjadi perhatian dunia, juga menjadi perlintasan kapal-kapal besar karena ada Tanjung Carat," pungkas orang nomor satu di Sumsel ini.
Baca juga: Artis Lady Rara akan Menikah dengan Abdullah Alaydrus, ASN Pemkot Prabumulih Rebutan Swafoto