MENDIANG Ray Yusha Digantikan Dyah Setuti, Pelantikan PAW Anggota DPRD Bali Digelar Akhir Bulan Ini
January 20, 2026 09:38 PM

TRIBUN-BALI.COM - DPRD Provinsi Bali menjadwalkan pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) almarhum Anggota DPRD Bali Nyoman Ray Yusha akhir bulan ini atau pada 30 Januari 2026 di Gedung Utama DPRD Bali baru.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, usai Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (20/1). Dewa Jack mengatakan pelantikan PAW tersebut telah dipastikan waktunya dan akan menggantikan almarhum Nyoman Ray Yusha.

“(Tanggal) 30 Januari kita pelantikan di gedung utama yang baru, (penggantinya) Komang Dyah Setuti perempuan Dapil (Daerah Pemilihan) Buleleng,” ungkap Dewa Jack.

Disinggung terkait nantinya pengganti Ray Yusha ini akan ditempatkan di Komisi berapa, Dewa Jack menyebutkan tetap di Komisi di mana sebelumnya almarhum menduduki kursinya yaitu Komisi III. “Tetap di Komisi almarhum Ray Yusha,” katanya.

Baca juga: ANJLOK Lagi Rupiah, Spot Ditutup ke Rp16.956 Per Dolar AS, Menkeu: Anomali & Koordinasi Kebijakan!

Baca juga: PINJAM Pemain Ikonik Persik Kediri, Bali United Datangkan Yusuf Meilana, Pesaing Ricky Fajrin di Tim

Sebelumnya, Anggota DPRD Bali Nyoman Ray Yusha diketahui meninggal dunia pada Sabtu 4 Oktober 2025 lalu. Politikus Partai Gerindra itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, setelah menjalani perawatan sejak 1 Oktober 2025 akibat sakit luka lambung.

Ray Yusha dikenal sebagai kader senior Partai Gerindra yang berasal dari Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Politikus kelahiran Singaraja, 6 Oktober 1953 itu selama ini aktif terlibat dalam sejumlah pembahasan strategis di lingkungan DPRD Provinsi Bali.  

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, I Gede Harja Astawa sebelumnya menjelaskan saat bertugas sebagai Dewan Bali, Jro Yusha duduk di Komisi III yang membidangi urusan pembangunan.

Mulai dari pekerjaan umum, tata ruang, perumahan rakyat, lingkungan hidup, perhubungan, hingga pertambangan dan energi.  Selain itu, ia juga menjabat sebagai anggota Badan Kehormatan DPRD Bali. 

Harja Astawa menuturkan, Ray Yusha dikenal sebagai sosok yang bersemangat dan aktif hingga akhir hayatnya. Jadi anggota Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perijinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, almarhum masih menghadiri rapat Panitia Khusus DPRD Bali terkait tata ruang, aset, dan perizinan pada Senin 29 September 2025 lalu.

Pria kelahiran Singaraja, 6 Oktober 1953 tersebut dikenal sangat vokal menyuarakan persoalan tata ruang di Bali. Di sejumlah forum, ia bahkan kerap menyoroti banyaknya pelanggaran pembangunan, serta pengelolaan alam yang mengabaikan kualitas dan fungsi lingkungan hidup.

Dalam kiprahnya di legislatif, Jro Yusha dikenal sangat aktif turun ke lapangan dan sangat jarang absen dalam kegiatan kerja dewan, meski sempat mengalami keterbatasan kesehatan.

“Periode sebelumnya beliau bahkan sempat ngantor dengan kursi roda, tapi tetap semangat. Bahkan sekarang sebagai Ketua Pansus Raperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Bali, beliau paling getol ikut kunjungan kerja ke luar daerah maupun ke lapangan,” terangnya. 

Menurut Harja Astawa, Fraksi Gerindra merasa sangat kehilangan atas kepergian Ray Yusha yang disebut sebagai sosok senior, teladan, sekaligus pejuang partai. Di mata rekan-rekan sefraksi, Jro Yusha merupakan sosok yang gigih, penuh dedikasi, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. 

Selain kiprahnya di DPRD, Jro Yusha juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Buleleng periode sebelumnya. Keaktifannya membangun partai di daerah asalnya menjadikan ia salah satu figur penting yang disegani dalam tubuh Gerindra Bali. (sar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.