Tito Pastikan Percepatan Rehab Rekon Mulai Pijay hingga Tamiang, Besok Lakukan Inspeksi
January 20, 2026 10:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pasca diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR), Muhammad Tito Karnavian, dijadwalkan melakukan inspeksi lapangan di sepanjang Pantai Utara Aceh, Rabu (21/1/2026) besok.

Inspeksi tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat terdampak. 

Kunjungan lapangan ini merupakan inspeksi kesekian kalinya yang dilakukan Kasatgas PRR di wilayah Aceh.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR di Aceh, Safrizal ZA mengatakan, Kasatgas PRR akan meninjau langsung sejumlah kabupaten/kota di pesisir utara Aceh yang terdampak parah bencana, mulai dari Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) hingga Kabupaten Aceh Tamiang.

“Besok Kasatgas PRR didampingi Kepala Staf Umum TNI dan Kepala BNPB selaku Wakil Kasatgas, tiba di Aceh,” katanya. 

“Selama beberapa hari ke depan, Beliau akan melakukan inspeksi langsung untuk memastikan proses pemulihan berjalan sungguh-sungguh dan dalam koridor percepatan,” ujar Safrizal dalam keterangan pers, Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Mendagri Tito Ungkap 17 Daerah di Sumatera Masih Butuh Perhatian Pascabanjir, Delapan di Aceh

Menurut Safrizal, inspeksi ini juga menjadi wujud komitmen kuat Pemerintah Pusat sekaligus upaya memperkuat keterpaduan gerak Satgas PRR yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

Kasatgas PRR dijadwalkan mengunjungi titik-titik krusial yang membutuhkan percepatan penanganan guna menormalisasi kehidupan masyarakat pascabencana, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, keagamaan, ekonomi, dan infrastruktur.

Adapun lokasi yang akan ditinjau antara lain di Kabupaten Pidie Jaya, seperti SMAN 2 Meureudu di Gampong Menasah Bie yang masih tertimbun lumpur hingga atap bangunan.

Kemudian, Tito juga dijadwalkan meninjau area persawahan di Gampong Beuringen seluas sekitar 32,9 hektare, yang tertimbun lumpur setinggi hingga dua meter dan dikategorikan rusak berat.

Di Kabupaten Bireuen, inspeksi dilakukan di permukiman Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, dan SDN 5 Kubu yang hingga kini masih tergenang air dan lumpur. 

Sementara di Kabupaten Aceh Utara, lokasi terdampak berat seperti Dusun Tanah Merah, Dusun Bidari, dan Dusun Seulemak juga menjadi perhatian karena masih banyak rumah tertimbun lumpur, material kayu berserakan, serta akses jalan yang tergenang.

Baca juga: Mendagri Tito Tegaskan Penanganan Bencana Aceh Tidak Semudah yang Dikira oleh Seorang Tokoh

Selanjutnya di Kabupaten Aceh Timur, Kasatgas PRR dijadwalkan meninjau lokasi Masjid Jabal Nur yang hilang tersapu banjir serta SDN Sarahgala yang masih terisolasi sehingga hanya dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua. 

Sedangkan di Kabupaten Aceh Tamiang, fokus peninjauan diarahkan ke Dusun Damai Batang Arah dan Dusun Sunting, Gampong Tanjung, yang masih mengalami kendala pemerataan distribusi logistik bantuan.

“Sebagai wilayah yang paling terdampak, penanganan di Aceh berpacu dengan waktu yang semakin sempit menjelang Ramadhan dan Idulfitri,” tuturnya. 

“Setelah dari pesisir utara Aceh, Kasatgas PRR juga akan melanjutkan inspeksi lapangan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” pungkas Safrizal.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.