Gebrakan Ojol Lokal ACI: Tembus 500 Ribu Pengguna di Jatim dengan Harga Jujur Tanpa Markup
January 20, 2026 10:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Industri transportasi digital di Jawa Timur (Jatim) mencatatkan sejarah baru, seiring dengan keberhasilan aplikasi Aku Cinta Indonesia (ACI) menembus angka lebih dari 500 ribu unduhan dalam kurun waktu kurang dari setahun. 

Pencapaian luar biasa ini, membuktikan bahwa platform lokal mampu bersaing dengan pemain global melalui pendekatan ekonomi gotong royong yang menawarkan transparansi harga, dan efisiensi biaya bagi konsumen serta mitra pengemudi.

Pertumbuhan Masif di Jantung Jawa Timur. 

Fenomena pertumbuhan ACI menunjukkan geliat ekonomi digital di wilayah Jawa Timur, kini mulai menyamai dominasi ibu kota. 

Dengan basis pengguna yang terus melonjak, kota-kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo dan Malang muncul sebagai episentrum pesanan tertinggi, terutama untuk layanan pengantaran makanan dan penumpang. 

"ACI hadir membawa kearifan lokal mengedepankan gotong royong dalam ekonomi digital saat ini. Ini tentu menjadi hal positif di tengah persaingan ketat dengan brand besar," ujar Suroto selaku Direktur ACI kepada SURYA.co.id, Selasa (20/1/2026). 

Saat ini, tercatat lebih dari 40.000 mitra merchant telah bergabung dalam ekosistem ACI untuk melayani kebutuhan masyarakat Jatim.

Transparansi Harga Lawan Dominasi Brand Besar. 

Keunggulan utama yang ditawarkan ACI terletak pada struktur biaya yang sangat kompetitif, dibandingkan kompetitor. 

Di saat aplikasi lain kerap membebankan markup harga makanan hingga 40-50 persen dari harga asli warung, ACI memilih jalur transparansi yang lebih memihak rakyat kecil. 

"Bila ada potongan pun saat ini tidak lebih dari 2 persen, dan tentunya pengguna tidak lagi harus membayar lebih mahal dari setiap layanan," jelas Suroto menambahkan. 

Kebijakan tanpa potongan besar ini, memungkinkan pengemudi dan pemilik restoran mendapatkan pendapatan lebih utuh, sekaligus menjaga harga tetap stabil bagi pembeli tanpa terbebani biaya layanan tambahan yang membengkak.

Ekonomi Digital dari Jatim untuk Jatim. 

Filosofi 'Ojol Merah Putih' yang diusung ACI mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. 

Tidak hanya menguntungkan dari sisi finansial, platform ini dianggap sebagai gerakan ekonomi digital yang jujur dan adil. 

Diah, salah satu pelanggan setia asal Surabaya, mengaku beralih ke ACI karena konsistensi harganya. 

"Saya pilih ACI karena harga makanannya gak ngibul. Gak pakai kejutan pas checkout, harganya sama dengan yang tertera di daftar menu warung," ungkap Diah. 

Dengan pertumbuhan yang terus positif, ACI optimistis dapat menggerakkan roda ekonomi digital Jawa Timur secara lebih masif, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kejujuran dan kemandirian bangsa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.