Solok (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk membantu perbaikan irigasi Banda Gadang, Kabupaten Solok yang terdampak longsor di hulu yang menjadi sumber utama irigasi pertanian.

Wakil Bupati Solok Candra di Solok, Selasa, mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian serius Gubernur Sumatera Barat terhadap daerah terdampak bencana di Kabupaten Solok.

Ia mengharapkan bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Gunung Talang.

“Alhamdulillah, selain dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Nagari untuk penanganan awal, buya gubernur juga memberikan perhatian besar dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk perbaikan permanen Banda Gadang," katanya.

Hal itu menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat. "Kami mewakili bupati dan atas nama masyarakat Kabupaten Solok sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan," katanya.

Ia berharap dengan selesainya perbaikan hulu Banda Gadang nantinya, aliran irigasi dapat kembali berfungsi optimal, sehingga lebih dari 5.000 hektare sawah di lima nagari kembali mendapatkan pasokan air.

"Insya Allah, jika irigasi pulih, aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan normal kembali dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi telah meninjau jalan provinsi yang amblas di wilayah Koto Gaek Guguak juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana di Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Sabtu (17/1).

Rombongan melihat secara langsung kondisi kerusakan hulu banda yang berdampak serius terhadap pasokan air irigasi bagi lahan pertanian warga di wilayah tersebut.

Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui BKSDA memastikan dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar guna membantu perbaikan irigasi Banda Gadang yang mengalami kerusakan cukup parah.

Menurutnya, perbaikan ini menjadi prioritas karena Banda Gadang merupakan sumber pengairan utama bagi ribuan hektare sawah warga.

“Sambil menunggu proses perbaikan permanen, kita juga dibantu oleh CSR Bank Nagari untuk penanganan sementara. Saat ini masyarakat juga secara bersama-sama melaksanakan gotong-royong membersihkan material longsor di beberapa titik. Jika dua titik utama sudah selesai ditangani, perbaikan kapalo banda melalui dana CSR Bank Nagari dapat kita tuntaskan,” ujar Buya Mahyeldi.

Ia menegaskan apabila seluruh tahapan perbaikan tersebut rampung, aliran air diharapkan kembali normal dan mampu mengairi lebih dari 5.000 hektare sawah milik masyarakat yang tersebar di lima nagari.

Hal ini dinilai sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, serta keberlangsungan ekonomi petani di Kabupaten Solok.