Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi pendidikan pemerintah Republik Indonesia (RI) di hadapan akademisi Inggris dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang dilaksanakan di Lancaster House, London, pada Selasa waktu setempat.

"Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Untuk menjadi bangsa yang sukses, kita harus memiliki pendidikan terbaik yang dapat dicapai. Itulah keyakinan saya," katanya.

Kepala Negara menyampaikan bahwa pendidikan merupakan instrumen terpenting dalam upaya untuk mengatasi kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial.

"Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan layanan kesehatan, dan keduanya saling terkait, karena untuk mewujudkan keduanya kita membutuhkan sumber daya manusia terbaik," katanya.

Dia mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia membangun sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk meningkatkan pelayanan pendidikan.

"Saya rasa ini satu-satunya cara untuk memutus apa yang saya sebut, dan yang saya dengar dari para ahli, sebagai lingkaran kemiskinan," katanya.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama.

Menurut dia, pemerintah selanjutnya berencana membangun sekolah berasrama bagi peserta didik berprestasi serta sekolah terpadu bagi anak-anak dari keluarga menengah.

"Mungkin mereka bukan yang berprestasi akademis terbaik, tetapi mereka tidak berasal dari keluarga yang sangat miskin. Jadi, inilah program yang saya rencanakan," katanya.

Selain membangun sekolah, ia mengatakan, pemerintah berupaya meningkatkan pelayanan pembelajaran dari jarak jauh dengan dukungan sarana digital di seluruh Indonesia.

"Jadi, semua sekolah di daerah terpencil akan memiliki akses ke guru-guru terbaik di semua mata pelajaran. Ini adalah cara bagi kita untuk melompat maju, karena kita sebenarnya jauh tertinggal dalam standar pendidikan kita. Kami mengakui hal ini," katanya.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional, termasuk dengan universitas-universitas unggulan Inggris, guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.