Penguatan UKS/M Dukung Perluasan Cakupan MBG di Biak Numfor
January 21, 2026 10:29 AM

Penguatan UKS/M Dukung Perluasan Cakupan MBG di Biak Numfor

 

 


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, menegaskan pentingnya penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai fondasi pendukung berbagai program kesehatan di sekolah, termasuk Program Makan Bergizi (MBG), yang terus diperluas cakupannya di daerah tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Penguatan dan Revitalisasi Tim Pembina UKS/M yang digelar oleh Jenewa Madani Indonesia bekerja sama dengan UNICEF.

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kementerian Agama, hingga unsur sekolah.

Kamaruddin juga menyebut, hingga saat ini sebanyak 85 sekolah di Kabupaten Biak Numfor telah menerima Program MBG dan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah. 

Baca juga: Pemkab Biak Apresiasi Jenewa-UNICEF Gelar Program MBG Terintegrasi Papua Genius

Menurutnya, isu kesehatan di sekolah, khususnya terkait gizi dan keamanan pangan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Program MBG ini berkembang sangat pesat. Karena itu, UKS menjadi sangat penting sebagai titik masuk untuk memastikan tata kelola makanan di sekolah berjalan baik, mulai dari penyimpanan, keamanan pangan, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut ditargetkan 27 SD sasaran sudah membentuk tim UKS di tingkat sekolah dengan ketua kepala sekolah dan didukung guru sebagai tim pelaksana. 

Selain itu, di tingkat kabupaten akan dibentuk Tim Pembina UKS/M yang melibatkan lintas sektor dan akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati.

“UKS ini lintas sektor. Karena itu kita libatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama yang membina madrasah, serta sekretariat daerah melalui bagian Kesra. Semua ini untuk memperkuat koordinasi dan keberlanjutan program,” tambahnya.

Sementara itu, Nutrition Manager Jenewa Madani Indonesia, Shafa Syahrani, mengatakan revitalisasi UKS/M perlu dilakukan karena UKS merupakan wadah utama dalam membangun sistem kesehatan di sekolah. 

Menurutnya, UKS tidak hanya berkaitan dengan MBG, tetapi mencakup berbagai program kesehatan yang terintegrasi.

“Kami melihat UKS sebagai satu wadah penting. Ketika ingin membangun sistem kesehatan di sekolah, wadahnya salah satunya adalah UKS. Karena itu kami mulai dengan penguatan di tingkat kabupaten, lalu langsung ke sekolah sebagai tim pelaksana,” jelas Shafa.

Ia menambahkan, sekolah yang dihadirkan dalam kegiatan ini merupakan sekolah intervensi Program Papua Jenius yang dijalankan Jenewa Madani Indonesia sebagai proyek percontohan. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan jumlah sekolah sasaran akan bertambah.

Menurut Shafa, edukasi melalui UKS menjadi kunci untuk menjawab tantangan di lapangan, seperti keamanan makanan MBG, kebersihan siswa sebelum dan sesudah makan, hingga pemahaman anak agar tidak memilih-milih makanan.

Baca juga: Dikdaya Biak Numfor Pantau Pengisian eKinerja Guru Hingga Wilayah Kepulauan

“Makanan yang disajikan sudah direkomendasikan oleh ahli gizi. Anak-anak perlu diedukasi bahwa itu bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal kebutuhan gizi. UKS adalah titik masuk paling tepat untuk itu,” pungkasnya.

Untuk program MBG di Kabupaten Biak Numfor, terdapat delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 85 satuan pendidikan dengan total penerima manfaat sebanyak 12.783.

Selain itu MBG ini juga menyasar Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita dengan total penerima manfaat 298 orang. 

Kabupaten Biak Numfor salah satu kabupaten di Provinsi Papua dengan ibukota terletak di Distrik Biak Kota.

Penduduk Kabupaten ini berjumlah sekitar 150.318 jiwa, di mana kabupaten ini berdampingan dengan Kabupaten Supiori yang memiliki 2 pulau utama yaitu Pulau Biak dan Pulau Numfor.

Kabupaten ini telah disetujui oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai tempat pembangunan bandara antariksa.

Kabupaten ini dipilih karena dekat dengan garis khatulistiwa dan LAPAN sudah memiliki beberapa hektar tanah di wilayah tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.