TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Selasa (20/1/2026) malam. Sedikitnya dua desa di Kecamatan Besuki, yakni Desa Demung dan Desa Besuki, terdampak bencana angin puting beliung.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan serta mengganggu arus lalu lintas di jalur Pantura Situbondo.
Baca juga: Hujan Lebat Picu Longsor di Sumbermalang Situbondo, Dua Rumah Warga Rusak
Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan peristiwa angin puting beliung tersebut. Menurutnya, kejadian terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan lebat mengguyur wilayah Besuki.
“Iya benar, ada dua desa yang terdampak di Kecamatan Besuki,” ujar Puriyono, Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan data sementara BPBD, total terdapat 36 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
“Sebelas rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan 23 rumah rusak ringan,” jelasnya.
Adapun rinciannya, 15 rumah berada di Desa Besuki dan 21 rumah di Desa Demung.
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Mlandingan Situbondo, 16 Rumah Warga Rusak
Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga merobohkan puluhan pohon di sepanjang jalur Pantura Situbondo. Kondisi ini sempat menyebabkan kemacetan arus kendaraan dari arah Situbondo maupun Surabaya.
Tak hanya itu, angin kencang juga merusak atap kios pedagang di Pasar Besuki.
“Total ada 27 atap kios yang mengalami kerusakan,” tambah Puriyono.
Baca juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Mangga Tumbang Timpa Rumah Warga Situbondo
Camat Besuki Yakup Alex Susanto mengatakan kerusakan rumah warga umumnya terjadi pada bagian atap, tanpa ada bangunan yang roboh total.
“Tidak ada rumah yang roboh, kerusakan sebagian besar di bagian atap akibat angin dan pohon tumbang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pohon tumbang paling banyak terjadi di sepanjang jalur Pantura, sehingga membutuhkan penanganan cepat.
“Sejak tadi malam kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait karena banyaknya pohon tumbang,” katanya.
Yakup mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih kerap terjadi di wilayah Situbondo dalam sepekan terakhir.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada terhadap cuaca ekstrem demi keselamatan bersama,” tambahnya.