TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penemuan mayat seorang remaja bernama Godbless Solang (13), yang ditemukan warga di sebuah gang permukiman di Mahkeret Barat, Lingkungan III, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (20/1/2026), diduga kuat merupakan kasus penghilangan nyawa.
Mahakeret adalah salah satu kelurahan di kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
Jarak Mahakeret ke Pusat Kota Manado Pasar 45 adalah 6,5 km atau bisa ditempuh dengan naik kendaraan 17 menit lewat Jl. Arie Lasut.
Pasalnya, saat ditemukan di Mahakeret, ada luka tikam di tubuh Godbless Solang.
Mendapat laporan, Tim Resmob Bravo Polresta Manado menunjukkan respons cepat dalam menangani kasus ini.
Kurang dari 12 jam, Tim Resmob Bravo berhasil mengangkap terduga pelaku berinisial V.P. (18) pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita, setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran intensif.
Korban mengalami luka tikaman di bagian punggung dan sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban bersama beberapa temannya sempat berkumpul di salah satu rumah warga.
Saat hendak pulang menggunakan sepeda motor, terjadi kesalahpahaman antara korban dan terduga pelaku berinisial V.P.
Dalam situasi tersebut, terduga pelaku diduga mengambil sebilah senjata tajam dan menikam korban.
"Menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan korban dengan luka tikaman, Tim Resmob Bravo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pengumpulan keterangan saksi. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengetahui lokasi persembunyiannya," ujar Elwin dalam rilis yang diterima Tribun Manado, Rabu (21/1/2025).
Kata Elwin, pelaku akhirnya ditangkap di Desa Munte, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) tanpa perlawanan.
Jarak TKP penemuan mayat ke Desa Munte Minsel 36,3 km atau bisa ditempuh dengan 1 jam 9 menit menggunakan kendaraan lewat Jl. Trans Sulawesi.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya.
"Selain terduga pelaku, kami juga mengamankan satu orang lagi yang masih berstatus sebagai saksi dan juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan saat kejadian," ungkapnya.
Kasat Reskrim menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tersebut, sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kasus ini secara profesional.
“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Pelaku telah berhasil diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif. Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan dan dilakukan secara transparan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, agar menjauhi minuman keras dan segala bentuk kekerasan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menghindari perilaku yang dapat berujung pada tindakan kriminal,” tambahnya.
Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Unit IV Reskrim Polresta Manado untuk proses hukum lebih lanjut, sementara penyidik masih melengkapi berkas perkara guna mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.
Penemuan mayat laki-laki yang ditemukan tergeletak tangga-tangga di sebuah lorong sempit di Kelurahan Mahakeret Manado menjadi viral.
Informasi penemuan mayat ini pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
Dari foto yang beredar di media sosial Facebook yang dibagikan akun Facebook JiMmy JuNior Hernandez, tampak aparat kepolisian bersama tim Inafis Polresta Manado tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari informasi yang dirangkum Tribunmanado.co.id, pada tubuh mayat tersebut, ditemukan sejumlah tanda yang mengarah pada dugaan kekerasan.
Dari foto yang beredar di medsos, tampak suasana olah TKP penemuan mayat di sebuah lorong sempit kawasan permukiman padat penduduk.
Terlihat beberapa anggota kepolisian berada di tangga beton yang curam dan sempit, diapit oleh bangunan rumah yang berdempetan.
Dinding rumah berwarna biru kusam, dengan kabel-kabel listrik menggantung tidak beraturan.
Di bagian bawah tangga, sejumlah petugas tampak berkumpul di titik lokasi kejadian.
Warga Kelurahan Mahakeret Lingkungan I, Kecamatan Wenang digemparkan dengan penemuan sesosok mayat remaja laki-laki, Selasa (20/01/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber Tribun Manado, identitas mayat yang ditemukan adalah seorang remaja bernama Godbless Solang asal Manado dan berdomisili di Matungkas Minut.
Ia merupakan salah satu siswa SMP Negeri 1 Manado.
Menurut sumber Tribun Manado, dalam grup salah satu organisasi gereja, telah diinfokan kalau remaja tersebut telah meninggal dunia.
Berikut isi pesan yang disampaikan:
Kota Manado adalah ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa.
Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan serta pesisir pantai.
Kota ini memiliki 408.354 penduduk pada Sensus 2010, sehingga menjadikannya kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar.
Jumlah penduduk di Manado diperkirakan (berdasarkan Januari 2014) adalah 430.790 jiwa dan sebanyak 459.409 jiwa pada akhir tahun 2024, dengan kepadatan 2.800 jiwa/km2.