Ombak Tinggi dan Angin Kencang, Nelayan Tradisional Manado Sulut Hampir Sebulan Tak Melaut
January 21, 2026 11:22 AM

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Arman termenung. Pandangannya jauh. Menyapu Teluk Manado yang tengah bergelora. 

Teluk Manado adalah sebuah teluk yang terletak di semenanjung utara Pulau Sulawesi, tepatnya di Provinsi Sulawesi Utara Kota Manado berada di pesisir teluk ini, dan perairannya dikenal karena keindahan alam bawah lautnya yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken.

Beberapa daerah aliran sungai dengan aliran utama bermuara ke perairan teluk ini diantaranya seperti; Sungai Paniki, Sario, Malalayang serta yang terbesar adalah Sungai Tondano.[

Kembali ke Arman, topi hijau yang dikenakannya tetap kokoh di kepala.

Meskipun angin bertiup cukup kencang datang dari teluk.

Deru ombak jelas terdengar.

Gelegar, pecah ketika menghantam bebatuan di pesisir Kawasan Megamas. 

Hampir sebulan Arman ikhlas. Ia tak bisa berbuat banyak ketika cuaca buruk.

"Sejak Tahun Baru belum pernah turun (melaut) lagi," kata pria 44 tahun ini sambil pangku kaki. 

Katanya, musim angin barat menjadi momok nelayan tradisional seperti dirinya. 

"Ya, torang somo satu bulan tidak mancari," katanya. 

Arman salah satu yang tergabung dalam komunitas Nelayan Firdaus. Jumlah mereka 50-an orang. Kelompok ini menambatkan perahu di Kawasan Megamas. 

Para nelayan sudah paham betul. Saban awal tahun cuaca pasti tidak bersahabat. Mereka menyebutnya musim angin barat. 

"Biasanya ini sampai Februari, bahkan awal Maret," katanya lagi.

Karena tak bisa melaut, para nelayan alih profesi sementara. Ada yang jadi ojek pangkalan, ada yang jadi buruh bangunan.

"Keluarga tetap butuh makan jadi ya apa yang bisa dibuat," katanya lagi. 

Waspada, Gelombang Tinggi Capai 1 Meter dan Angin Kencang Terjang Perairan Teluk Manado Sulut

Pantauan Tribunmanado.co.id pagi ini, gelombang di Teluk Manado di 0,5 meter hingga 1 meter. 

Selain gelombang tinggi, disertai angin kencang. 

Ombak tinggi bergulung menghantam pesisir Manado.

Sepanjang Kawasan Megamas, deru ombak yang pecah menghantam bebatuan pantai jelas terdengar. 

Tidak terlihat sama sekali aktivitas nelayan di Teluk Manado. Tak ada satu pun perahu atau kapal di perairan ini karena ombak tinggi. 

Siklon Nokaen dan Peringatan BMKG

BMKG Stasiun Maritim Bitung mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang akan melanda perairan Sulawesi Utara pada 21-24 Januari 2026.

Gelombang tinggi dan angin kencang melanda Sulawesi Utara akibat dampak Siklon Tropis Nokaen yang berlangsung di Timur Filipina dengan kecepatan hembuysan angin maksimum dapat mencapai 50 knot. 

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror menjelaskan, 
Pada umumnya, angin di utara Sulawesi dominan bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan rata-rata antara 8 - 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi berpeluang terjadi di Laut Sulawesi dan Pesisir Utara Sulawesi Utara yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut," kata Aror kepada Tribunmanado.co.id, Selasa 20 Januari 2026.

BMKG memprediksi, tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan berikut: 

  • Perairan Utara Sulawesi Utara
  • Perairan Selatan Sulawesi Utara
  • Perairan Minahasa Utara
  • Perairan Kep. Sitaro
  • Perairan Kep. Sangihe

Sementara tinggi gelombang 2,5 meter - 4,0 meter (sedang) berpeluang terjadi di Perairan Kep. Talaud. 

Tentang Manado

Kota Manado adalah ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa.

 Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan serta pesisir pantai.

Kota ini memiliki 408.354 penduduk pada Sensus 2010, sehingga menjadikannya kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar.

Jumlah penduduk di Manado diperkirakan (berdasarkan Januari 2014) adalah 430.790 jiwa dan sebanyak 459.409 jiwa pada akhir tahun 2024, dengan kepadatan 2.800 jiwa/km2. (Ndo)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.