Dua Gempa Guncang Sumbar, BMKG: Magnitudo 4,0 Getarkan Mentawai
January 21, 2026 01:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang mencatat dua kejadian gempa bumi di Provinsi Sumatera Barat, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan catatan BMKG, gempa pertama terjadi di Kota Bukittinggi.

Kemudian, gempa kedua berpusat di Kepulauan Mentawai.

Baca juga: Cuaca Kota Padang Rabu 21 Januari 2026 Cerah Berawan, BMKG Imbau Warga Waspada Paparan UV

Kepala BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi mengatakan gempa di Kota Bukittinggi terjadi sekitar pukul 06.48 WIB, dengan kekuatan magnitudo 2,4.

Gempa tersebut berpusat pada koordinat 0.26° Lintang Selatan - 100.40° Bujur Timur.

"Kurang lebih terjadi di darat pada jarak 6 km Timur Laut Bukittinggi. Sedangkan gempa terjadi pada kedalaman 10 km," sebutnya.

Kemudian, gempa kedua di Kepulauan Mentawai terjadi pada pukul 10.02 WIB dengan magnitudo 4,0.

Koordinat gempa bumi tercatat pada 1.26° Lintang Selatan; 99.59° Bujur Timur, atau berlokasi di darat pada jarak 84 km Utara Kepulauan Mentawai.

"Sementara gempa terjadi pada kedalaman 48 km," tambah Suaidi dalam keterangan tertulis.

Skala MMI Gempa Bumi

Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.

Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Baca juga: Cuaca Bukittinggi Rabu 21 Januari 2026, Pagi hingga Dini Hari Cenderung Cerah Berawan

Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Senin 1 Desember 2025, Hujan Ringan di Padang, Solok dan Sawahlunto

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan, getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.