TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menerima bantuan 150 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diserahkan kepada brigade pangan, Rabu (21/1/2026), sebagai upaya mendorong percepatan swasembada pangan di daerah tersebut.
Alsintan merupakan bagian dari program strategis dari Kementan yang bertujuan untuk mendorong transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern (Mekanisasi).
Berdasarkan data terbaru dari Kementan untuk tahun anggaran 2024 dan proyeksi 2025, pemerintah secara masif terus mendistribusikan ratusan ribu unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) ke seluruh pelosok Indonesia.
Bantuan alsintan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 dan disalurkan melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian petani di Kabupaten Batang Hari.
Bupati Batang Hari, MHD Fadhil Arief, mengatakan bantuan alsintan tersebut disalurkan kepada enam brigade pangan yang ada di wilayahnya. Ia berharap kehadiran alsintan dapat mempermudah petani dalam pengolahan lahan serta mengoptimalkan hasil panen.
“Pada hari ini kita melaksanakan penyerahan bantuan dari Kementerian Pertanian kepada brigade pangan. Mudah-mudahan dengan bantuan ini para petani semakin mudah mengolah lahannya dan hasil produksinya lebih optimal,” ujar Fadhil Arief.
Adapun rincian bantuan yang diterima Kabupaten Batang Hari meliputi 36 unit traktor roda dua singkal, 11 unit traktor roda empat, 11 unit rice transplanter, 20 unit traktor roda crawler atau rotavator, 20 unit pompa air tiga inci, dan 12 unit pompa air enam inci yang diperuntukkan bagi brigade pangan.
Selain itu, brigade dinas juga menerima 20 unit traktor roda dua singkal, 14 unit traktor roda empat, lima unit traktor roda crawler atau rotavator, serta satu unit drone pertanian.
Fadhil Arief menambahkan, Kabupaten Batang Hari saat ini hampir mencapai swasembada pangan. Pada tahun sebelumnya, daerah tersebut masih mengalami kekurangan sekitar 55 ton, namun ia optimistis capaian produksi pertanian dapat meningkat pada tahun ini.
“Kita tahu Batang Hari hampir mencapai swasembada pangan. Tahun lalu memang masih minus sekitar 55 ton, namun semoga tahun ini bisa lebih meningkat dan bahkan mampu memberi kontribusi pangan ke daerah lain,” katanya.
Ia juga menyinggung perubahan tata kelola sektor pertanian yang mulai 1 Januari 2026 berada di bawah Kementerian Pertanian. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus dijaga agar target produksi dapat tercapai.
Pantauan TribunJambi.com di lokasi penyerahan bantuan, sejumlah alsintan tampak terparkir di area kegiatan. Bupati Batang Hari juga sempat mencoba salah satu unit traktor sebagai simbol dimulainya pemanfaatan alsintan oleh para petani.
Baca juga: Identitas Pemilik Tambang Emas Ilegal di Sarolangun Jambi yang Longsor, 8 Pekerja Tewas Tertimbun
Baca juga: Tragedi Tambang Emas di Sarolangun, Kapolres Pimpin Evakuasi